Tampilkan postingan dengan label Politik. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Politik. Tampilkan semua postingan

Minggu, 19 Januari 2014

Blog Pemilu 2014

Tahun 2014 merupakan tahun yang bersejarah, ada 2 event besar yang akan digelar di tahun, yaitu Pemilu dan Piala Dunia Brasil.Sehingga semua media informasi tidak mau ketinggalan dan menjadi bagian dari kedua event tersebut.
Mereka berlomba-lomba menggawal kedua event akbar tersebut dan tidak mau ketinggalan cerita sedikitpun dan medeklarasikan sebagai TV Pemilu 2014, TV Piala Dunia 2014, Koran Pemilu 2014, Koran Piala Dunia 2014 dan lain-lainnya.
Dan unutuk itu saya pun tidak mau ketinggal untuk mengabadikan kedua event tersebut dalam blog ini dan mendelegasikan sebagai Blog Pemilu 2014 .... he he he ....

Berikut ini informasinya




Berikut nomor urut peserta pemilu 2014:
1.      Partai Nasdem
2.      Partai Kebangkitan Bangsa (PKB)
3.      Partai Keadilan Sejahtera (PKS)
4.      Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP)
5.      Partai Golkar
6.      Partai Gerakan Indonesia Raya (Gerindra)
7.      Partai Demokrat
8.      Partai Amanat Nasional (PAN)
9.      Partai Persatuan Pembangunan (PPP)
10.  Partai Hati Nurani Rakyat (Hanura) 

 

Sabtu, 05 Oktober 2013

Biografi Susan Jasmine Zulkifli Lurah Lenteng Agung Jakarta

Biografi Susan Jasmine Zulkifli Lurah Lenteng Agung Jakarta


JAKARTA (voa-islam.com) - Warga Muslim Lenteng Agung terus melakukan aksi penolakan terhadap lurah perempuan Kristen, Susan Jasmine Zulkifli.

Hal ini dilakukan karena permohonan peninjauan kembali yang diajukan warga Lenteng Agung tidak mendapat respon positif.

Bahkan sebaliknya, Wakil Gubernur DKI Jakarta, Basuki Tjahaja Purnama atau Ahok dengan pongahnya menolak aspirasi warga Muslim Lenteng agung yang enggan dipimpin oleh lurah perempuan beragama Kristen Protestan itu.

Ahok, Wagub Tionghoa yang juga beragama Kristen Protestan itu pun berani menyinggung soal Syiah.

"Wah saya kira kita tidak menangani penolakan Lurah Lenteng Agung hanya gara-gara dia agamanya beda. Nanti lama-lama ditolak juga gara-gara kamu masuk kelompok Syiah. Kan repot gitu lho," kata wagub yang biasa disapa Ahok ini di Balai Kota DKI Jakarta, Kamis (22/8/2013).

Ahok juga mengungkapkan ternyata ayah dari Lurah Susan Jasmine Zulkifli adalah seorang Muslim.

"Malah bapaknya Susan itu muslim loh. Saya pernah cek itu,” bebernya seperti dikutip merdeka.com, Senin (26/8/2013).

Dengan demikian, bahwa Lurah wanita, Susan Jasmine Zulkifli yang kini beragama Kristen Protestan itu kemungkinan adalah seorang murtadin. [Ahmed Widad]
 
Biografi Susan Jasmine Zulkifli Lurah Lenteng Agung Jakarta

Senin, 30 September 2013

Mengenang Resimen Tjakrabirawa, pasukan elite pengawal Presiden Soekarno

Mengenang Resimen Tjakrabirawa, pasukan elite pengawal Presiden Soekarno




"Kepada semua anggauta Tjakrabirawa!"

Tahukah kamu untuk apa Tjakrabirawa diadakan?
Setialah kepada tugasmu!
Aku melimpahkan kepercayaan penuh kepadamu!

Presiden/Panglima Tertinggimu

Soekarno
Jakarta 5 Oktober 1962

Itulah pesan Presiden Soekarno kepada segenap anggota Resimen Tjakrabirawa. Pasukan elite yang baru dibentuk 6 Juni 1962. Tepat di hari ulang tahun Bung Karno ke-61. Tjakrabirawa dibentuk khusus untuk mengawal keselamatan Soekarno dan keluarganya.

Personelnya dipilih dari pasukan terbaik empat angkatan. Angkatan Darat mengirimkan Batalyon Banteng Raiders, Angkatan Laut mengirim Korps Komando Operasi (KKO), Angkatan Udara mengirim Pasukan Gerak Tjepat (PGT) dan Polisi mengirim Resimen Pelopor.

Seluruh anggotanya wajib punya kemampuan terjun payung dan pernah memiliki pengalaman perang gerilya. Soekarno sendiri yang memilih nama Tjakrabirawa, dari senjata sakti milik Batara Kresna. Semboyannya 'Dirgayu Satyawira' berarti pasukan setia berumur panjang. Soekarno juga yang mendesain baju dan perlengkapan pasukan pengawalnya.

Pembentukan Tjakrabirawa dinilai perlu oleh menteri pertahanan saat itu Jenderal Nasution. Sebabnya percobaan pembunuhan pada Presiden Soekarno terus terjadi. Mulai dari serangan pesawat oleh Daniel Maukar, penggranatan di Makassar dan Cikini, hingga penembakan saat Salat Idul Adha di istana.

Awalnya Soekarno menolak. Dia merasa pengawalan Detasemen Kawal Pribadi (DKP) yang berkekuatan belasan polisi istimewa ini sudah cukup. Namun para pimpinan tentara berhasil mendesak Soekarno untuk membentuk sebuah pasukan elite pengawal presiden.

"Pada hari kelahiranku di tahun 1962, dibentuklah pasukan Tjakrabirawa. Satu pasukan khusus dengan kekuatan 3.000 orang yang berasal dari keempat angkatan bersenjata. Tugas pasukan Tjakrabirawa adalah melindungi presiden," kata Soekarno dalam biografinya yang ditulis Cindy Adams.

Menurut Soekarno, tugas Tjakrabirawa tak cuma mengawal. Ada juga yang menyediakan grup band dan menghibur dirinya. Mereka juga bertugas mencicipi makanan sebelum disantap oleh Soekarno.

Diakuinya juga, Tjakrabirawa menjaganya rapat. Mereka selalu mengamankan gerak-gerik Soekarno. Awalnya Soekarno merasa kagok juga, tapi dia lalu terbiasa.

"Satu-satunya yang yang tidak dapat dijaga oleh Tjakrabirawa adalah kesehatanku. Aku punya satu ginjal yang membatu," canda Soekarno.

Ajudan senior presiden, Kolonel Sabur menjadi komandan pertama Resimen Tjakrabirawa. Pangkatnya dinaikkan menjadi brigadir jenderal. Sementara Kolonel Maulwi Saelan menjadi wakilnya.

Wakil Komandan Tjakrabirawa Kolonel (Purn) Maulwi Saelan yang ditemui merdeka.com menjelaskan Soekarno sangat dekat dengan para pengawalnya. Soekarno hapal dengan anggota Tjakrabirawa yang biasa bertugas di sampingnya.

"Bung Karno itu sangat egaliter. Saya pernah berdebat dengannya, sampai mukanya merah padam karena marah. Beliau lalu masuk kamar. Beberapa saat kemudian beliau panggil saya. Saya tegang, wah mau dipecat saya, pikir saya. Ternyata Bung Karno bilang, Saelan, kamu yang benar. Luar biasa beliau mau mengakui dirinya salah, padahal berdebat dengan bawahan," puji Saelan.

Sayang, tak seperti harapan Soekarno, Tjakrabirawa tak berumur panjang. Sebagian kecil pasukan elite ini kemudian terlibat penculikan para jenderal dalam peristiwa G30S. Tak semua terlibat, hanya sekitar 60 orang di bawah pimpinan Letkol Untung yang mengikuti aksi itu. Namun semua terkena imbasnya.

Umur resimen Tjakrabirawa hanya seumur jagung. Dibubarkan jenderal Soeharto di senjakala kekuasaan Soekarno yang makin meredup. Seperti kata pepatah, karena nila setitik hancur susu sebelanga.

Usai pembubaran Tjakrabirawa, arah dan kisah sejarah Indonesia memulai babak baru. Mulai dari pembantaian para pelaku penculikan hingga orang-orang yang dianggap komunis. Babak baru sejarah Indonesia yang harus melalui stempel Orde Baru.

Mengenang Resimen Tjakrabirawa, pasukan elite pengawal Presiden Soekarno

Sumber Berita :
http://www.merdeka.com/peristiwa/mengenang-resimen-tjakrabirawa-pasukan-elite-pengawal-soekarno.html

Rabu, 25 September 2013

Muhammad Sahrul Kurniawan Timnas U 19 ternyata wong Ngawi-PERSINGA

Muhammad Sahrul Kurniawan Timnas U 19 ternyata wong Ngawi-PERSINGA

TRIBUNNEWS.COM - Di Timnas U-19 Indonesia yang berlaga di Piala AFF U-19 2013, ada lima pemain yang menjadi pilar tidak tergantikan.
Mereka adalah Ravi Murdianto, Putu Gede Juni Antara, M Fatchu Rohman, Muhammad Sahrul Kurniawan, dan Hansamu Yama. Tolak ukurnya adalah menit bermain. Hingga pertandingan melawan Thailand, Senin (16/9/2013) lalu, seluruhnya tampil 60 menit.
Di antara kelima pemain, hanya Ravi yang 'tidak tersentuh'. Pelatih penjaga gawang Indonesia Jarot Supriadi menyatakan, Ravi memiliki sedikit kelebihan dibandingkan kiper pengganti Rully Desrian.
Situasi itu membuat Ravi terus menjadi andalan, termasuk ketika bermain 1-1 melawan Malaysia, pada laga pamungkas penyisihan grup B, di Stadion Gelora Delta Sidoarjo, Rabu (18/9/2013) malam. Kehadiran Ravi memberi ketenangan bagi pemain bertahan Indonesia.
"Menenangkan. Kami percaya kemampuan dia," kata bek sayap kanan Putu Gede Juni Antara.
Putu merupakan rekan setim Ravi sejak mengikuti pelatihan di Diklat Ragunan, Jakarta, selain Muhammad Hargianto, Febly Gushendra, dan Ilham Udin Armaiyn.
Kiprah Ravi sudah berbuah prestasi di level Timnas U-17. Ia mengantarkan Garuda Muda menjuarai turnamen HKFA tahun 2012. Setahun kemudian, Ravi tetap dipercaya pelatih Indra Sjafri memperkuat timnas U-18.
Hasilnya, Ravi dan rekan setim kembali mempersembahkan gelar juara pada turnamen yang sama, awal 2013 lalu.
"Bagi saya, kedua penjaga gawang memiliki kualitas. Tetapi yang paling penting adalah saat ini Ravi dalam kondisi stabil. Dia harus terus memperbaiki penampilan. Jangan cepat berpuas diri," tutur Jarot.
Ravi mengaku, ingin membayar kepercayaan pelatih. Ia bertekad mempersembahkan gelar Piala AFF U-19. Apalagi, Ravi dan ke-19 pemain lainnya mengorbankan sesuatu.
Ya, mereka tidak bisa pulang kampung merayakan Idul Fitri 1434 H agar menjaga kebugaran menjelang turnamen.
"Alhamdulillah hari ini bisa menang. Saya begitu gembira. Selanjutnya kami harus fokus ke semifinal. Kami tinggal beberapa langkah lagi menuju tangga juara," ujar Ravi. *

Muhammad Sahrul Kurniawan Timnas U 19 ternyata wong Ngawi-PERSINGA

Selasa, 24 September 2013

Biodata Evan Dimas


Biodata Evan Dimas
REPUBLIKA.CO.ID, SIDOARJO -- Sepekan terakhir ini, pecinta sepak bola tanah air seolah dibuat terkesima dengan sosok pemain bernama Evan Dimas. Ia adalah kapten Timnas Indonesia U-19 yang tengah berlaga di kejuaraan Piala AFF U-19 yang berlangsung di Jawa Timur.
Dari empat laga yang dijalani Indonesia, pemain yang berposisi gelandang itu telah mencetak lima gol. Hal tersebut menjadikannya untuk sementara menjadi top skorer kedua ajang tersebut di bawah bomber Vietnam, Nguyen Van Toan.
Pemain berusia 18 tahun itu memulai kiprahnya di turnamen se-Asia Tenggara ini dengan membawa timnya menggulung Brunei Darussalam. Meskipun tak mencetak gol, sejumlah assist dan crossing-nya yang akurat memanjakan para penyerang Indonesia sekaligus menginspirasi Garuda Muda untuk menang 5-0.
Di laga kedua melawan Myanmar, pemain yang memperkuat Persebaya 1927 itu mulai menunjukkan tajinya. Ia mencetak gol pertama Indonesia di menit ke-6 dan mengantarkan skuat Indra Sjafri menang 2-1 sekaligus tiga poin kedua skuat Garuda Muda di ajang AFF U-19.
Evan kembali unjuk gigi di partai ketiga melawan Vietnam. Sebuah tendangan dari luar kotak penalti membuat kiper Vietnam terperangah dan sempat membawa timnya di atas angin meskipun pada akhirnya kalah 1-2.
Akan tetapi penampilan terbaiknya sejauh ini adalah pada laga melawan Thailand, Senin (16/9) malam. Ia mencetak hat-trick pada laga tersebut yang sekaligus mengantarkan timnya menggulung musuh bebuyutan Indonesia tersebut dengan skor 3-1. Hasil itu juga sekaligus menyingkirkan Thailand dari turnamen.
Siapakah Evan Dimas? Ia adalah seorang putra Surabaya yang lahir dari pasangan Condro Permono dan Ana. Tahun 2012 lalu, ia terpilih masuk ke dalam skuat sepak bola Jawa Timur yang berlaga di PON di Pekanbaru.
Di level tim nasional, ia sudah memulai karirnya di tingkat U-17. Juga menyandang ban kapten, ia mengantarkan Garuda Muda menjuarai HKFA International Youth Invitation Tournamen di Hongkong pada tahun 2012.
Ia juga merupakan wakil Indonesia dalam ajang pencarian bakat bertajuk ‘The Chance’ yang disponsori oleh salah satu apparel terkenal. Ia menjadi satu dari 100 anak yang beruntung bisa dilatih oleh mantan pelatih Barcelona Pep Guardiola.
Sayang saat ini terdapat kendala yang bisa mengancam karir sepak bolanya. PSSI hingga saat ini belum mengubah status Evan dari pemain amatir ke profesional. Besar kemungkinan karena klub Persebaya 1927 yang diperkuat Evan saat ini bukan merupakan klub yang diakui PSSI.
Biodata Evan Dimas:

Nama Lengkap: Evan Dimas Darmono
Tempat Lahir: Surabaya
Tanggal Lahir: 13 Maret 1995
Kebangsaan: Indonesia
Posisi: Gelandang Serang

Minggu, 22 September 2013

Indonesia juara AFF U 19 2013

Indonesia menjadi juara AFF U 19 tahun 2013 setelah mengalahkan Vietnam 7:6 dalam drama adu pinalti yang berlangsung di stadion Gelora Delta Sidoarjo.
Dalam waktu normal 90 menit Indonesia bermain imbang 0:0 dan saat perpanjangan waktu 2 kali 15 menit, tetap kedudukan 0:0 dan dilanjutkan drama adu finalti, yang akhirnya di menangkan Indonesia dengan skor 7:6.
Rakyat Indonesia sangat bangga dengan team U 19 yang berhasil menjadi juara, ini akhir paceklik juara sepak bola Indonesia.
Selamat buat Indonesia.
Indonesia juara AFF U 19 2013

Iklan Facebook tidak senonoh

Iklan Facebook tidak senonoh.
Sambil nonton final AFF U 19 aku buka akun facebook ku, tidak sengaja membaca iklan di sebelah kanan yang menurut saya sangat tidak senonoh.
Buka Facebook tanggal 22 September 2013 jam 10.40
Bagaimana menurut anda :
Iklan Facebook tidak senonoh

Selasa, 27 Agustus 2013

Popularitas Khofifah Kalahkan Petahana


Popularitas Khofifah Kalahkan Petahana

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA --  Pemilihan Gubernur Jawa Timur bakal digelar pada 29 Agustus 2013 mendatang. Empat pasang kandidat dipastikan bakal bersaing untuk merebut kursi gubernur dan wakil gubernur Jawa Timur.

Keempat pasangan yang akan bertarung itu adalah  Soekarwo--Syaifullah Yusuf,  Eggi Sudjana--Moch Sihat,  Bambang Dwi Hartono--MH Said Abdullah, dan Khofifah Indar Parawansa-Herman Sumadiredja.

Indonesia Indicator (I2) -- sebuah lembaga  riset berbasis software Artificial Intelligence (AI) untuk menganalisis fenomena politik, ekonomi, sosial di Indonesia -- mengumumkan sepekan menjelang pemungutan suara, popularitas pasangan Khofifah-Herman berhasil mengalahkan pasangan petahana, Soekarwo-Syaifullah Yusuf.

''Indonesia Indicator (I2) telah melakukan analisis media (survei media) topik Pilkada Jatim sejak 1 Februari hingga 22 Agustus 2013, pukul 18.00 WIB. Analisis dilakukan berdasarkan monitoring ekspose media terhadap para kandidat,'' ujar Rustika Herlambang, Direktur Komunikasi Indonesia Indicator (I2) kepada ROL, Jumat (23/8).

Menurut dia, berdasarkan pengalaman I2 dalam meneliti 8 pemilihan gubernur di Indonesia sepanjang 2012-20131, eskalasi ekspose media menunjukkan relasi kuat dengan hasil pilkada.

''Sebagai alat informasi, media memiliki kekuatan untuk memengaruhi persepsi publik terhadap kandidat tertentu melalui pemberitaan, yang baik secara langsung maupun tak langsung akan memengaruhi sisi elektabilitas kandidat.,'' tutur Rustika.

Pemberitaan melalui media, kata Rustika,  bisa menguatkan pilihan dan  bisa pula mengubah pilihan. "Dalam hal ini, media berperan penting untuk menyosialisasikan popularitas seorang kandidat pada publiknya.'

Seluruh data media, kata dia,  diambil dari mesin pengumpul Indonesia Indicator (I2). Dalam hal Pilkada Jatim terdapat sebanyak 3.510 berita sepanjang 2013 dari 107 media online.
Awalnya, popularitas Soekarwo sebagai petahana  lebih tinggi dibandingkan kandidat lain.

"Popularitas itu dimunculkan dari berbagai aktivitas yang dilakukannya. Total ekspose yang diukur dalam 6 bulan terakhir menunjukkan bahwa Soekarwo-Saifullah lebih populer. Secara volume, 47 persen pemberitaan media mengenai Pilkada Jatim didominasi oleh Soekarwo-Saifullah, disusul Khofifah-Herman 30 persen, Bambang-Said 18 persen, dan Eggi-Sihat 10 persen,'' papar Rustika.

Namun, lanjut dia, dalam tiga  bulan terakhir popularitas dalam skala makro (dari seluruh media online di Indonesia) posisi pertama diduduki oleh Khofifah dengan merebut sebanyak 1.584 berita, atau sekitar 38 persen, dalam topik Pilkada Jatim.

"Sementara itu Soekarwo mendapatkan porsi sebanyak 35 persen, yakni 1.453 berita, disusul Bambang 17 persen  serta Eggi 10 persen,'' ungkapnya.

Rustika menambahkan, eskalasi itu akan terus berubah sepanjang waktu. Terutama dalam minggu-minggu terakhir masa kampanye, peta kekuatan popularitas masing-masing kandidat bersaing keras.

Menurut dia, posisi Bambang menguat sejajar dengan Soekarwo. Hal ini disebabkan oleh kehadiran tokoh nasional Jokowi di Jatim.  "Jika Jokowi memberikan efek pemberitaan dalam pilkada Jabar 25 persem, Jateng 14 persen, dan Bali 21 persen, maka hal tersebut juga berdampak di dalam pilkada Jatim sebanyak 13 persen. 

"Jumlah pemberitaan kandidat yang diusung Jokowi, dalam hal ini Bambang, mendapat sumbangan pemberitaan yang berasal dari kehadiran Jokowi,''  kata Rustika.

Pada saat KPUD Jatim hanya mengumumkan tiga kandidat yang lolos sebagai calon gubernur Jatim pilkada, data menunjukkan bahwa posisi Soekarwo sangat dominan.

"Sebagai petahana, dia hampir pasti menang.. Namun munculnya kembali Khofifah mengubah tren popularitas kandidat bahkan posisinya melebihi Soekarwo dalam dua bulan terakhir,'' papar Rustika.

Ia menambahkan, berbicara mengenai Jawa Timur, agak sulit untuk memisahkan dari organisasi massa terbesar di sana: Nahdlatul Ulama (NU).  Nama Khofifah, kata dia, lebih banyak dibicarakan atau disebutkan dalam pemberitaan pilkada Jatim terkait NU.  "Terlihat bahwa NU, secara umum, lebih terkait dengan aktivitas Khofifah dibandingkan kandidat lain.

"Temuan lain adalah tingginya pemberitaan mengenai isu kriminalisasi dan penzaliman terhadap Khofifah yang menempati porsi 18 persen dari seluruh pemberitaan Khofifah,''  ungkap Rustika.

Ditegaskannya, berdasarkan pengalaman Indonesia Indicator menganalisis 8 pilkada terakhir di Indonesia, masa 3 bulan sebelum pencoblosan adalah masa kritis bagi seorang kandidat.

Bila menghitung jumlah volume pemberitaan selama 3 bulan, kata dia,  maka Soekarwo akan bersaing ketat dengan Khofifah. Melihat geliat dalam satu bulan terakhir, Bambang memiliki peluang untuk menjadi nomor dua.

"Namun apabila berpijak pada tren pemberitaan yang sedang berlangsung, maka Khofifah Indar Parawansa akan menjadi pemenangnya." ucap Rustika.