Silet "RCTI" Tajam Mengganggu Psikologis di Stop "Akibat sebuah tayangan di salah satu stasiun televisi yang menayangkan informasi yang ada tayangan Silet, kita mendapatkan kabar di Nanggulan (sebuah kecamatan di Kabupaten Kulon Progo, Provinsi Daerah Istimewa Yogyakarta) tim relawan dan SAR harus mengurus secara swadaya 550 orang pengungsi yang terganggu akibat tayangan di media Silet. Padahal daerah Nanggulan itu jauh dari Merapi," ungkap ketua KPI Pusat, Dadang Rahmat Hidayat saat jumpa pers di Sekretariat Komisi Penyiaran Indonesia (KPI) Gedung Bapeten Jl.Gajah Mada No.8, Jakarta Pusat, Senin (8/11).
Silet "RCTI" Tajam Mengganggu Psikologis di Stop
Dadang menambahkan, "Begitu besar pengaruh yang diakibatkan oleh media terutama media elektronik. Makanya diharapkan media bisa memperhatikan akurasi media dan bisa membantu menyelesaikan masalah."
Silet "RCTI" Tajam Mengganggu Psikologis di Stop
Akibat pemberitaan tersebut Silet mendapat sanksi dari KPI dan mulai Selasa (9/11) tayangan Silet dihentikan untuk sementara waktu sampai pemerintah mencabut status Siaga Merapi.
Silet "RCTI" Tajam Mengganggu Psikologis di Stop
Namun KPI tetap menghargai itikad baik dan permintaan maaf yang disampaikan Silet lewat running teks RCTI.
Silet "RCTI" Tajam Mengganggu Psikologis di Stop
"Permintaan maaf itu kita hargai, tapi itu bisa jadi pertimbangan. Tapi tetap mereka memberikan informasi yang sifatnya tidak benar yang memberikan dampak psikologis kepada korban," tukasnya.
Senin, 08 November 2010
Rabu, 03 November 2010
Korban Wedus Gembel 2010
Korban Wedus Gembel 2010
Awan panas 'Korban Wedus Gembel 2010 ' yang meluncur sejauh sembilan kilometer dari puncak menghanguskan rumah-rumah warga. Rumah warga yang tersapu wedhus gembel berada pada jarak sekitar 7,5 kilometer.
"Sebelum maghrib, sekitar pukul lima sore awan panas Korban Wedus Gembel 2010 membakar tiga rumah dan satu kandang," kata Heri Suprapto, Kepala Desa Kepuharjo, Cangkringan, Sleman, DIY, kepada VIVanews.com, di Posko Utama Pakem, DIY, Rabu 3 November 2010.
Lokasi dusun yang tersapu awan panas berada di RT03/RW04 Dusun Jambu, Desa Kepuharjo, Cangkringan. Tiga rumah milik warga terbakar awan panas yang meluncur sejak sekitar pukul 11.30 WIB. Selain satu rumah, satu buah kandang milik warga juga terbakar habis.Korban Wedus Gembel 2010
"Kami belum tahu apakah ada rumah lain yang rusak," ujar Heri. Dalam kondisi ini, ada sebagian warga yang ingin kembali ke Dusun Jambu untuk melihat kondisi rumahnya. Tetapi, petugas melarang keras.
Meski awan panas Korban Wedus Gembel 2010 sudah mereda, radius berbahaya luncuran awan panas ini diperluas dari 10 kilometer menjadi 15 kilometer. Luncuran wedhus gembel ini lebih besar dibanding letusan pertama pada 26 Oktober 2010.
"Saat ini kondisi sudah gelap, warga dilarang ke atas karena khawatir ada luncuran awan panas lagi," kata Hery.
Korban Wedus Gembel 2010
Awan panas 'Korban Wedus Gembel 2010 ' yang meluncur sejauh sembilan kilometer dari puncak menghanguskan rumah-rumah warga. Rumah warga yang tersapu wedhus gembel berada pada jarak sekitar 7,5 kilometer.
"Sebelum maghrib, sekitar pukul lima sore awan panas Korban Wedus Gembel 2010 membakar tiga rumah dan satu kandang," kata Heri Suprapto, Kepala Desa Kepuharjo, Cangkringan, Sleman, DIY, kepada VIVanews.com, di Posko Utama Pakem, DIY, Rabu 3 November 2010.
Lokasi dusun yang tersapu awan panas berada di RT03/RW04 Dusun Jambu, Desa Kepuharjo, Cangkringan. Tiga rumah milik warga terbakar awan panas yang meluncur sejak sekitar pukul 11.30 WIB. Selain satu rumah, satu buah kandang milik warga juga terbakar habis.Korban Wedus Gembel 2010
"Kami belum tahu apakah ada rumah lain yang rusak," ujar Heri. Dalam kondisi ini, ada sebagian warga yang ingin kembali ke Dusun Jambu untuk melihat kondisi rumahnya. Tetapi, petugas melarang keras.
Meski awan panas Korban Wedus Gembel 2010 sudah mereda, radius berbahaya luncuran awan panas ini diperluas dari 10 kilometer menjadi 15 kilometer. Luncuran wedhus gembel ini lebih besar dibanding letusan pertama pada 26 Oktober 2010.
"Saat ini kondisi sudah gelap, warga dilarang ke atas karena khawatir ada luncuran awan panas lagi," kata Hery.
Korban Wedus Gembel 2010
Posted by
Peristiwa
Langgan:
Entri (Atom)






