Kamis, 18 Februari 2010

Beda LLG dan RTGS

LLG adalah Lalu Lintas Giro, yaitu mekanisme tranfer antar bank dengan menggunakan fasilitas kliring.

RTGS adalah real time gross settlement, yaitu mekanisme tranfer antar bank secara real time, sehingga langsung masuk kedalam rekening penerima.Jadi bila ingin tranfer antar bank dan butuh cepat, sebaiknya gunakan RTGS.

Dua singkatan tersebut membuat saya sedikit bingung apa maksutnya, dan apa beda nya, eee ternyata yang di maksut itu adalah layanan perbankan untuk maslah waktu penyampean uang kita saat tranfer di bank toh. Maklum saya kan tidak begitu tahu soal perbankan.

Dunia perbankan Indonesia sudah semakin memanjakan nasabahnya dengan program-programnya,mulai dari tabungan sampai asuransi-asuransi serta kenyaman pelayanan baik secara langsung atau tidak langsung. Kalau jaman waktu saya masih kecil, menabung sudah mulai di ajarkan di sekolah, dengan menabung harian yang di serahkan ke Guru atau jika di rumah bisa menabung di celengan tanah liat yang mempunyai berbagai ragam bentuk atau celengan yang terbuat dari bambu. Namun sekarang ini kita diajarkan menabung di bank. Yaaa meskipun banyak kasus banyak merugikan nasabah seperti kasus bank Century.

Dari beberapa fasilitas perbankan yang ada saat ini saya belum banyak tahu secara mendetail, pernah suatu saat karena kebutuhan atau emang pingin ikut-ikutan saja, saya mengurus key internet banking dengan mendaftar diri ke kontor cabang Bank tempat saya menerima Gaji tiap bulan. ternyata enak juga ya ... kita bisa melakukan sesuatu akitifitas perbankan hanya dari depan komputer di rumah, kita tidak usah susah payah peri ke kantor cabang bank terdekat, cukup duduk manis di depan komputer tidak perlu antri di ATM. Memang sungguh enak, kita di manjakan dengan fasilitas perbankan yang semakin canggih saja.

Namun biasa yang kita bayar untuk semua layanan fasilitas di perbankan itu ternyata tidak gratis dan termasuk mahal menurut pemikiran saya, coba bayangkan kalau kita memanfaatkan layanan transfer antar bank dengan mekanisme LLG yaitu Lalu Lintas Giro, yaitu mekanisme tranfer antar bank dengan menggunakan fasilitas kliring, kita di kenakan biaya Rp 5.000,- persekali transaksi dan dana akan sampai dua hari berikutnya. Lah klu kita tranfer sebanyak sepuluh kali sudah berapa duit yang kita keluarkan. Layanan RTGS yaitu real time gross settlement, yaitu mekanisme tranfer antar bank secara real time, sehingga langsung masuk kedalam rekening penerima, ini lebih mahal lagi, kita dikenakan biaya Rp 25.ooo,- pertransaksi dan uang yang kita kirim tidak benar real time masuk kerekening bank yang kita tuju pada menit itu juga, namun memerlukan setidaknya 2 jam untuk sampai pada rekening bank yang kita tuju.

Tetap mendukunga SMA NGAWI

Rabu, 10 Februari 2010

Listrik Pra bayar

Di antara kita semua pasti ada yang heran dengan istilah Listrik Pra bayar, seperti pulsa saja ada pra bayar dan paska bayar. Ya memang begitu adanya PLN sekarang ini menyediakan dua layanan tersebut. Hal ini bertujuan untuk mendidik masyarakat untuk berhemat listrik sesuai kebutuhan, sehingga kita akan berfikir dua kali untuk menyalakan alat-alat listrik tanpa tujuan yang jelas. Bagaimana cara memperolah layanan Listrik Pra bayar ? Baca terus postingan ini !

Listrik pra bayar merupakan layanan baru dari PLN untuk pelanggan dalam mengelola konsumsi listrik melalui meter elektronik pra bayar. Dengan listrik prabayar, pelanggan bisa lebih mudah mengoptimalkan konsumsi listrik, disamping itu pelanggan tidak perlu berurusan dengan pencatatan meter setiap bulan, dan tidak perlu terikat dengan jadwal pembayaran listrik bulanan. Karena persediaan kWh dapat ditambah berapa saja dan kapan saja sesuai kebutuhan dan keinginan pelanggan.

Latar belakang diluncurkannya program ini sebagai wujud komitmen PLN untuk terus meningkatkan pelayanannya kepada pelanggan dengan berbagai bentuk inovasi. Selama ini banyak pelanggan mengeluhkan mengenai pencatatan meter, jumlah tagihan yang tidak menentu setiap bulan, banyak pula keluhan mengenai tagihan listrik di rumah kontrakan/kos. Dengan adanya Listrik Pra Bayar pelanggan dapat dengan mudah mengendalikan pemakaian listriknya sesuai dengan kebutuhan.

Banyak manfaat yang didapat oleh pelanggan dengan adanya program prabayar ini, antara lain :

Pelanggan dapat dengan mudah memantau pemakaian listriknya setiap saat

Pelanggan dapat mendisiplinkan diri sendiri untuk menggunakan listrik sesuai anggaran belanja

Pelanggan tidak lagi berurusan dengan pencatat meter dan jadwal pembayaran setiap bulan

Pelanggan dapat membeli token (isi ulang energy listrik) di payment point, ATM dengan jaringan yang luas dan outlet-outlet PPOB

Tidak ada istilah menunggak

Privasi pelanggan tidak terganggu

Tidak dikenakan Uang Jaminan Langganan

Pelaksanaan penyambungan cepat

Listrik Pra bayar ini dapat dinikmati oleh pelanggan PLN tegangan rendah di seluruh wilayah Jawa Timur mulai awal bulan Desember 2009. Untuk pengajuan pemasangan listrik pra bayar pelanggan dapat datang ke loket pelayanan PLN dengan proses sebagai berikut :

Calon pelanggan melakukan pendaftaran dilengkapi dengan KTP dan sket lokasi

Penerbitan surat persetujuan

Pelanggan menyampaikan Sertifikat Laik Operasi (SLO)

Calon pelanggan membayar biaya penyambungan dan token perdana

Calon pelanggan menandatangani Surat Perjanjian Jual Beli Tenaga Listrik (SPJBTL)

Petugas PLN melaksanakan penyambungan

Catatan : Listrik pra bayar ini bukan hanya untuk pelanggan pasang baru, namun pelanggan pasca bayar (existing) pun dapat mengajukan migrasi dari pasca bayar ke prabayar.

Pembelian Token dapat diperoleh di payment point yang telah bekerja sama dengan PLN, yaitu :

BPR KS (Bank Perkreditan Rakyat Karyajatnika Sadaya)

BANK BUKOPIN

PT POS Indonesia

BNI

BRI

TOKEN

TOKEN adalah kode yang di masukkan ke Meter Listrik Pra Bayar sehingga dapat menyalurkan sejumlah listrik (kWh) tertentu ke instalasi konsumen. Token terdiri dari 20 (dua puluh) angka yang bersifat unik, hanya untuk nomor meter Prabayar tertentu.

Nilai token terdiri dari unsur kWh, PPJ dan Materai.

Token memiliki berbagai pilihan nilai tertentu : Rp. 20.000,- Rp 50.000,- Rp. 100.000,- Rp 250.000,- Rp 500.000,- Rp. 1.000.000,- dan pelanggan pada saat membeli token dapat memilih nilai nominal sesuai dengan yang dikehendaki seperti tersebut diatas.

Token tidak memiliki expired date (kadaluawarsa)

PENGGUNAAN LISTRIK PRABAYAR

LANGKAH 1 :

Sebelum menggunakan listrik prabayar, voucher token harus dibeli dari tempat penjualan token terdekat. Nomor serial meter harus sesuai dengan identitas pelanggan, agar token kWh dapat digunakan. Pada saat membeli token pelanggan akan mendapatkan 20 digit yang tertera di struk pembelian. Masukkan 20 digit nomor token di struk ke meter anda.

PENTING :

Token hanya dapat dipakai untuk nomor seri meter tertentu

Token hanya dapat digunakan sekali pakai

LANGKAH 2 :

20 digit nomor token harus diinputkan ke meter melalui keypad di meter prabayar. Nomor token yang diinputkan akan terlihat di display meter. Periksa nomor yang diinputkan sama dengan nomor token. Jika salah input, gunakan tombol spasi balik (?) untuk menghapus nomor yang salah. Bila ingin mengulangi inputan nomor token, tekan tombol tanda pagar (#) ini akan menghapus semua nomor yang diinput dan anda dapat menginputkan 20 digit nomor token kembali.

LANGKAH 3 :

Setelah menginputkan 20 digit nomor token, meter pra bayar akan mencheck dan jika nomor valid layar meter akan menunjukkan nilai kWh yang dibeli. Sekarang anda sudah dapat menggunakan listrik pra bayar.

LANGKAH 4 :

Ketika anda menyalakan lampu atau peralatan listrik lainnya, nilai kWh akan berkurang sesuai dengan penggunaan. Pantaulah selalu nilai kredit kWh di meter Prabayar, agar anda dapat mengatur pemakaian listrik secara hemat.

LANGKAH 5 :

Ketika sisa kWh tinggal sedikit (dibawah 20 kWh) indikator keypad akan muncul dilayar meter, indikasi dapat berupa perubahan lampu LED menjadi merah, atau muncul suara peringatan (buzzer) dari meter Pra bayar. Ini pertanda token baru harus disiapkan. Jika sisa kWh habis, meter akan memadamkan listrik anda. Untuk menghidupkan kembali, anda harus input 20 digit nomor token baru.

Selalu mendukung Kontes SEO Astaga.com lifestyle on the net 












Senin, 08 Februari 2010

Mengenal Sri Mulyani Indrawati

Sri Mulyani Indrawati (lahir di Bandar Lampung, Lampung, 26 Agustus 1962; umur 47 tahun) adalah Menteri Keuangan Kabinet Indonesia Bersatu. Ia sebelumnya menjabat sebagai Menteri Negara Perencanaan Pembangunan Nasional/Kepala Bappenas dari Kabinet Indonesia Bersatu. Sri Mulyani sebelumnya dikenal sebagai seorang pengamat ekonomi di Indonesia. Ia menjabat Kepala Lembaga Penyelidikan Ekonomi dan Masyarakat Fakultas Ekonomi Universitas Indonesia (LPEM FEUI) sejak Juni 1998. Pada 5 Desember 2005, ketika Presiden Susilo Bambang Yudhoyono mengumumkan perombakan kabinet, Sri Mulyani dipindahkan menjadi Menteri Keuangan menggantikan Jusuf Anwar. Sejak tahun 2008, ia menjabat Pelaksana Tugas Menteri Koordinator Bidang Perekonomian, setelah Menko Perekonomian Dr. Boediono dilantik sebagai Gubernur Bank Indonesia.

Ia dinobatkan sebagai Menteri Keuangan terbaik Asia untuk tahun 2006 oleh Emerging Markets pada 18 September 2006 di sela Sidang Tahunan Bank Dunia dan IMF di Singapura. Ia juga terpilih sebagai wanita paling berpengaruh ke-23 di dunia versi majalah Forbes tahun 2008 dan wanita paling berpengaruh ke-2 di Indonesia versi majalah Globe Asia bulan Oktober 2007.

 Pendidikan

Sarjana Ekonomi di Universitas Indonesia Jakarta, Indonesia. (1981 – 1986)

Master of Science of Policy Economics di University of lllinois Urbana Champaign, U.S.A. (1988 – 1990)

Ph.D. of Economics di University of lllinois Urbana-Champaign, U.S.A. (1990 – 1992)

 

Spesialisasi Penelitian

Ekonomi Makro

Ekonomi Keuangan Negara/Publk

Ekonomi Moneter dan Perbankan

Ekonomi Tenaga Kerja

 

Pengalaman Kerja

Kepala Lembaga Penyelidikan Ekonomi dan Masyarakat Fakultas Ekonomi Universitas Indonesia (LPEM FEUI), Juni 1998 – Sekarang

Nara Sumber Sub Tim Perubahan UU Perbankan, Tim Reformasi Hukum – Departemen Kehakiman RI, Agustus 1998 s/d Maret 1999.

Tim Penyelenggara Konsultan Ahli Badan Pembinaan Hukum Nasional Tahun 1999 – 2000, Kelompok Kerja Bidang Hukum Bisnis, Menteri Kehakiman Republik Indonesia, 15 Mei 1999 – Sekarang

Anggota Tim Asistensi Menteri Keuangan Bidang Keuangan dan Moneter, Departemen Keuangan RI, Juni 1998 s/d sekarang.

Dewan Juri Lomba Karya Ilmiah Remaja LIPI-TVRI XXXI, Bidang Ilmu Pengetahuan Sosial, Kebudayaan dan Kemanusiaan, terhitung 1 April 1999 - Sekarang

Redaktur Ahli Majalah bulanan Manajemen Usahawan Indonesia, Agustus 1998 – Sekarang

Anggota Komisi Pembimbing mahasiswa S3 atas nama Sdr. Andrianto Widjaya NRP. 95507 Program Doktor (S3) Program Studi Ilmu Ekonomi Pertanian, Institute Pertanian Bogor, Juni 1998

Ketua I Bidang Kebijakan Ekonomi Dalam dan Luar Negeri serta Kebijaksanaan Pembangunan, PP Ikatan Sarjana Ekonomi Indonesia (ISEI), 1996 – 2000

Kepala Program Magister Perencanaan Kebijakan Publik-UI, 1996-Maret 1999

Wakil Kepala Bidang Penelitian LPEM FEUI, Mei 1995 – Juni 1998

Wakil Kepala Bidang Pendidikan dan Latihan LPEM FEUI, 1993 – Mei 1995

Research Associate, LPEM FEUI, 1992 – Sekarang

Pengajar Program S1 & Program Extension FEUI, S2, S3, Magister Manajemen Universitas Indonesia, 1986 – Sekarang

Anggota Kelompok Kerja – GATS Departemen Keuangan, RI 1995

Anggota Kelompak Kerja Mobilitas Penduduk Menteri Negara Kependudukan – BKKBN, 1995

Anggota Kelompok Kerja Mobilitas Penduduk, Asisten IV Menteri Negara Kependudukan, BKKBN, Mei – Desember 1995

Staf Ahli Bidang Analisis Kebijaksanaan OTO-BAPPENAS, 1994 – 1995

Asisten Profesor, University of lllinois at Urbana, Champaign, USA, 1990 – 1992

Asisten Pengajar Fakultas Ekonomi – Universitas Indonesia, 1985 – 1986

 

Kegiatan Penelitian

Research Demand for Housing, World Bank Project, 1986

Kompetisi Perbankan di Jakarta/Indonesia, BNI 1946, 1987

Study on Effects on Long-term Overseas Training on Indonesia Participant Trainees. OTO Bappenas – LPEM FEUI, 1998

Penyusunan Study Dampak Ekonomi Sosial Kehutanan Indonesia . Departemen Kehutanan – LPEM FEUI, 1992

Survei Pemasaran Pelumas Otomotif Indonesia. Pertamina – LPEM FEUI, 1993

The Prospect of Automotive Market and Factors Affecting Consumer Behavior on Purchasing Car. PT. Toyota Astra – LPEM FEUI, 1994

Inflasi di Indonesia : Fenomena Sisi Penawaran atau Permintaan atau keduanya. Kantor Menko Ekuwasbang – Bulog – LPEM FEUI, 1994

Restrukturisasi Anggaran Daerah. Departemen Dalam Negeri – LPEM FEUI, 1995

The Evaluation of Degree and non degree training – OTO Bappenas, 1995

Fiscal Reform in Indonesia : History and Perspective, 1995

Potensi Tabungan Pelajar DKI Jakarta. Bank Indonesia – LPEM FEUI, 1995

Studi Rencana Kerja untuk Pelaksanaan Kegiatan Penyusunan Rencana Induk Pengembangan Pariwisata Nasional, Departemen Pariwisata, Pos & Telekomunikasi – LPEM FEUI, 1996

Interregional Input-Output (JICA Stage III), 1996

Studi Kesiapan Industri Dalam Negeri Memasuki Era Perdagangan Bebas, Departemen Perindustrian dan Perdagangan, LPEM FEUI, 1997

Penyusunan Rancangan Repelita VII. Departemen Perindustrian dan Perdagangan , 1997

Indonesia Economic Outlook 1998/1999. Indonesia Forum 1998

Country Economic Review for Indonesia. Asian Development Bank, 1999

 

Publikasi

Teori Moneter, Lembaga Penerbitan UI, 1986

Measuring the Labour Supply effect of Income Taxation Using a Life Cycle Labour Supply Model : A Case of Indonesia (Disertasi), 1992

A Dynamic Labour Supply Model for Developing Country : Consequences for Tax Policy (co author : Jane Leuthold) BEBR – University of lllinois Urbana-Champaign, U.S.A., 1992

" Ekonom dan Masalah Lingkungan ", Kompas, 4 Desember 1992

" Prospek dan Masalah Ekspor Indonesia", Suara Pembaharuan, April 1993

The Cohort Approach of a life Cycle Labour Supply, EKI, Desember 1993

" Tantangan Ekspor non Migas Indonesia ", DPE 1994

"Perkembangan Ekonomi Sumber Daya Manusia – Proceding " Seminar LP3Y – Jogya, Dalam Sumber Daya Manusia dalam Pembangunan, 1995

"Dilema Hutang Luar Negeri dan PMA", Warta Ekonomi 26, 1995

"Prospek Ekonomi", Gramedia, 1995

Tantangan Transpormasi Sumber Daya Manusia Indonesia Menghadapi Era Globalisasi" (co dengan Dr. Ninasapti Triaswati) dalam : Alumni FEUI dan Tantangan Masa Depan, Gramedia, 1995.

"Liberalisasi dan Pemeratan dalam Liberalisasi Ekonomi, Pemerataan dan Kemiskinan, Tiara Wacana, 1995

Tinjauan Triwulan Perekonomian (Sri Mulyani dan Thia Jasmania), Ekonomi Keuangan Indonesia, Januari – April 1995

Performace of Indonesia State owned Enterprises, Seminar World Bank, April 1995

"Ability to Pay minimum wage and Workers Condition in Indonesia", Seminar World Bank Seminar, April 1995.

Workers in an integrating World, Discuss Panel World Development Report, 1995

Mungkinkah Ekonomi Rakyat ? Diskusi Series Bali – Post – Ekonomi Rakyat, 25 November 1995

"Tumbuh Tinggi dengan Uang Ketat", Warta Ekonomi , 5 Februari 1996

Inpres 2/1996 dan Pembangunan Industri Nasional, Dialog Pembangunan CIDES, 28 Maret 1996"Kijang Tetap Jadi Pilihan", Jawa Pos, 29 Maret 1996

"Sumber – sumber institusional dalam mewujudkan Demokrasi Ekonomi", Seminar Persadi, 18 Januari 1996

"Indonesia : Sustaining Manufactured Export Growth", Seminar Bappenas – ADB, 11 April 1996

Consistent Macroeconomic Development and its Limitation (Sri Mulyani dan Ari Kuncoro), Indonesia Economy Toward The Twenty First Century – IDE 1996

"Menggantung Harapan pada Tax Holiday", Majalah SWA, 16 Agustus 1996

"Globalisasi dan Kemandirian Ekonomi", Simposium Nasional Cendikiawan Indonesia Ke III, Jakarta 28 Agustus 1996

"Kesiapan Jawa Timur dalam mendukung pembangunan Industri Nasional", Seminar Kajian Industri : Tantangan Internasional dan Respon Industri di Jawa Timur Refreksi dan Prospektif, 2 November 1996

"Strategi Pembangunan Pasar Dalam Negeri dan Luar Negeri – Usaha Kecil Menengah dan Koperasi" Seminar Yayasan Dana Bakti Astra, Jakarta 12 Maret 1997

"Kebijakan Harga dan Ketahanan Pangan Nasional", memperingati HUT Bulog, April 1997

"Pemerintah Versus Pasar", memperingati 70 Tahun, Prof. Widjojo Nitrisastro, Mei 1997

"Liberalisasi Challenges", Seminar ASEAN/ISI-Keijai Koho Center, Tokyo, 8 Juli 1997

"Isu Mobnas Dalam Dinamika Kebijakan Industri Nasional : Sebuah Tinjauan Ekonomi Politik", 21 Visi, 1997

"Tantangan Transformasi Ekonomi Indonesia Menuju Millenium Baru : Mempertahankan Pertumbuhan Dan Meletakkan Fundamental Yang Kokoh", Disampaikan Dalam Orasi Ilmiah Pada Acara Wisuda Lulusan STAN Dan PRODIP Keuangan, Plenary Hall – Jakarta Hilton Convention Center, 2 September 1997.

"Implikasi Bagi Dunia Bisnis Dari Gejolak Mata Uang", Diskusi BBD, 10 September 1997

"Economic Profile and Performance of ASEAN Countries" Konfrensi Federation of ASEAN Economic Association, Denpasar – Bali, 24-25 Oktober 1997

"Indonesia Economic Outlook 1998 (Challenger & Oportunities)" One Day seminar Radison Hotel, 27 November 1997

"Analisa Krisis Nilai Tukar dan Prospek Perekonomian Indonesia ke Depan", Seminar KBRI Singapura, 4 Desember 1997

"Small Industry Profiles and Policies", Two Day Seminar USAID-LPEM, Aryaduta Hotel, 17-18 Desember 1997

"Kesehatan Bank dan Lingkungan Makro Ekonomi", Dialog Bank Umum Nasional, 16 Januari 1998

"Evaluasi Ekonomi 1997 dan Tantangan Ekonomi 1998", Seminar LIPI, 20 Januari 1998

"Revisi RAPBN", Gatra, 24 Januari 1998

"Krisis Ekonomi Indonesia dan Langkah Reformasi", Orasi Ilmiah Universitas Indonesia, Balairung UI, 7 February 1998.

"APBN 1998/1999 dimasa Resesi dan Dimensi Revisi RAPBN 1998/1999", Diskusi HUT FKP DPR RI, 12 Februari 1998

Forget CBS, Get Serious About Reform, Indonesia Business, April 1998