Hari ini petinju andalan
Bangsa Indonesia Chris John bermain di Toyota Center, Houston,
Amerika Serikat mempertahankan gelarnya yang ke sebelas melawan
Ricardo "Rocky" Juarez dari
Amerika dalam mempertahankan gelar juara dunia kelas bulu (57,1 kg) versi WBA. Inilah kali pertama
Chris John bermain negeri kiblat tinju bayaran dunia dan tidak tanggung-tanggung promotornya adalah
"The Goldeng Boy" Oscar de la Hoya dengan Golden Boy Promotion (GBP), yang merupakan salah seorang promotor paling top di dunia. Selain sejarah emas untuk Indonesia, kemenangan atas Juarez bisa membawa
Chris John menjadi olahragawan yang kaya raya.
Chris John Management (CM) memang tidak pernah mau menyebutkan bayaran
Chris Jhon. Tetapi, sebagaimana dilansir Boxing Scene,
Chris John setidaknya dibayar USD 200 ribu atau sekitar Rp 2,4 miliar. wiiiiii bisa menjadi milyarder baru Indonesia.Itu merupakan bayaran tertinggi yang diterima
Chris Jhon sepanjang karir bertinjunya. Saat dipromotori Albert Reinhard Papilaya,
Chris John pernah mendapat bayaran tertinggi Rp 1,8 miliar. Namun, untuk mendapatkan haknya itu,
Chris John harus bersitegang dulu hingga melibatkan berbagai pihak, termasuk
Komsisi Tinju Indonesia (KTI) dan
Menpora Adhyaksa Dault. Namun, bukan pekerjaan mudah bagi
Chris John untuk mengalahkan Juarez. Perinju asli Houston itu memiliki motivasi tinggi untuk mengakhiri paceklik gelarnya. Sudah empat kali dia menantang juara dunia, dia selalu gagal. Tidak berlebihan jika kemudian menganggap duel melawan
Chris John sebagai laga hidup mati.
Kita tinggalkan bayaran
Chris John yang sampai hitungan M itu dan walaupun dapat bayaran segitu banayaknya, paling juga kita nggak kebagian hiiiii hiiii hiiii....kita langsung saja menuju Amerika untuk secara langsung menyaksikan siaran pertandingannya....maksut saya langsung di depan televisi untuk menyaksikann siaran langsung....bukan kita terbang ke Negara Obama untuk melihat pertandingannya secara langsung...bulet saja...langsung saja dech..
Pertandingan dari ronde awal sampai ronde ke 12 memang sangat ketat, mereka berdua saling jual beli pukulan dengan tidak memikirkan rasa sakit akibat pukulan dari lawan masing-masing dan pantas saja kalau lawannaya Chris John yaitu Ricardo "Rocky" Juarez menganggap duel melawan Chris John sebagai laga hidup mati. Akibat akumulasi pukulan dari masing-masing lawan pada pelipis kedua petinju pada benjol...sebesar poal bekel...
Karena pertandingan sangat sengit dan sangat ketat sekali, hal ini mengakibatkan para juri kebingungan untuk menentukan siapa sang juaranya...dan akhirnya para juri sepakat memberikan hasil draw dalam pertandingan tersebut....dan artinya juga bahwa sabuk gelar dunia kelas bulu (57,1 kg) versi WBA punya Mas Chris John ini masih dalam genggamannya untuk dibawa pulang ke Banjarnegara kota kelahirannya dan dipersembahkan untuk Bangsa Indonesia.
Oya.... Mas Chris John ternyata lancar bahasa Ingrisnya sewaktu di wawancarai pembawa acara... wah...ini modal bagus bisa GO INTERNATIONAL biar nggak gampang di bohongi sama promotor dunia yang rata-rata berasal dari Amerika. Dalam wawancaranya Chris Jhon siap untuk meladeni Ricardo "Rocky" Juarez dalam pertandingan rematch dan dalam wawancaranya Ricardo "Rocky" Juarez sangat kecewa dengan hasil draw ini.
Ayo ... Mas Chris John tingkatkan terus latihannya untuk menjadi Juara Dunia Sejati, seperti kita yang terus berlatih SEO dalam kontest yang memakai kata kunci Kampanye Damai Pemilu Indonesia 2009 .
Untuk para blogger yang tidak sempat menyaksikan langsung bisa melihat gambarnya disini. Gambar -gamber tersebut hasil editan saya melalu TV Tuner di PC....Monggo :



Kedua Petinju salaing jual beli Hosting....eeee .....kliru pukulan
Pertandingan yang sangat ketat dari ronde awal sampai ronde 12
Kedua Petinju dedekan waktu mendengarkan hasil penilaian para juri

Mas Rocky Juarez sangat kecewa dengan hasil draw
"The Goldeng Boy" Oscar de la Hoya
Juga sangat kecewa saat menngetahui hasil draw
"Piye tho iki kok kalah maneh, ngisin-ngisini wong Amerika wae, aku ugo isin bar kalah karo Manny Pacquiao tekok Filipina"
"The Dragon" Julukan Chris John dengan bahasa Ingris yang lancar ....cas...cis...cus menjawab dengan lancar pertanyaan dari pembawa acara.
"Menyatakan siap rematch "
Mas Chris John adalah petinju pertama yang mengharumkan nama Bangsa Indonesia di pentas tinju bayaran yang berhasil membawa pulang sabuk gelar setelah bermain di Amerika.
Petinju Indonesia yang pernah gagal dan pulang dengan muka tertunduk adalah petinju legendaris Indonesia Ellyas Pical