Rabu, 27 Agustus 2008

FW: Bulan Ramadhan yang suci

Assalamu’alaikum Wr Wb.

 

Sahabat – sahabatku kaum muslimin dan muslimath , menjelang datangnya  bulan Ramadhan yang suci , saya pribadi dan keluarga TERLEBIH DAHULU                     “  MEMOHON MAAF “ jika kami  ada berbuat kesalahan, baik yang tidak di sengaja maupun yang di sengaja , agar kita bisa menjalani ibadah puasa Ramadhan dengan hati yang bersih.

 

Karena dalam suatu riwayat ,  Malaikat Jibril pernah berdo’a menjelang Ramadhan :

 

Do'a Malaikat Jibril menjelang Ramadhan :

 

 "Ya Allah tolong abaikan puasa umat Muhammad, apabila sebelum memasuki bulan Ramadhan dia tidak melakukan hal-hal yang berikut:

 

  • Tidak memohon maaf terlebih dahulu kepada kedua orang tuanya (jika masih ada)

 

  • Tidak berma'afan terlebih dahulu antara suami - isteri

 

  • Tidak bermaafan terlebih dahulu dengan orang-orang sekitarnya.

 

Maka Rasulullah pun mengatakan Amiin sebanyak 3 kali dapatkah kita bayangkan, yang berdo'a adalah Malaikat dan yang meng-amiinkan adalah Rasullullah dan para sahabat , dan dilakukan pada hari Jumaat.

 

Semoga semua amal dan perbuatan kita dibulan RAMADHAN akan mendapatkan ridho dari Allah SWT amiin -  amiin - amiin

 

 

Wassalam

 

Thanks you,

Regards

Hari Purwanto

 


P>

Jumat, 15 Agustus 2008

Jadilah Pemaaf

Jadilah Pemaaf

Dendam adalah membekasnya keburukan orang lain di dalam hati. Sebagaimana kebaikan, keburukan akan membekas dalam hati.

Dalam sebuah hadis yang diriwayatkan dari Abdullah bin Ka'ab bin Malik, ia berkata: "Aku telah mendengar Ka'ab bin Malik bercerita tentang hadis mengenai dirinya ketika beliau tidak ikut berperang bersama Rasulullah saw. Kemudian beliau menuturkan sebuah kisah tentang turunnya wahyu diterimanya taubat dirinya. Beliau berkata: "Aku masuk ke dalam masjid, ketika aku masuk Rasulullah sedang duduk dikelilingi para sahabat. Kemudian Thalhah bin Ubaidillah berdiri menghampiriku sambil berjalan mundur, sehingga dia berjabat denganku seraya mengucapkan selamat. Demi Allah swt, tidak berdiri menghampiriku seoarang laki-laki dari golongan Muhajirin kecuali dia. Abdullah bin Ka'ab bin Malik berkata: "Ka'ab bin Malik tidak pernah melupakan sikap baik Thalhah." (Hr.Bukhari, Muslim, Abu Daud dan Nasa'i)

Apabila sudah yakin bahwa kebaikan tidak bisa dilupakan, maka demikian juga halnya dengan keburukan. Namun walau bagaimanapun kita tetap untuk berusaha sungguh-sungguh dalam membersihkan bekas keburukan orang lain (perasaan dendam) dari hati kita. Obatnya yaitu dengan cara memberi maaf dan ampunan. Maaf memiliki dua kebaikan. Pertama, melihat pahala bagi yang memaafkan. Kedua, mensyukuri Dzat yang telah menempatkan kita pada posisi orang yang memaafkan dan orang lain pada poisisi yang keliru. Kesempurnaan memberi maaf ditandai dengan ketulusan, yaitu bersihnya hati dari perasaan dendam.

Selain obat di atas, ada obat lain yang lebih mujarab, yaitu kesadaran bahwa sikap menyakitkan yang dilakukan orang lain terhadap diri kita tiada lain kecuali karena dosa pribadinya, atau sebagai kifarat dosa, atau untuk meningkatkan derajat, atau untuk menguji kesabaran diri kita. Namun kemudian ada lagi obat yang lebih mujarab daripada itu semua, yaitu kesadaran bahwa segala sesuatu adalah takdir dari Allah swt.

Bila kita telusuri al-qur'an yang berhubungan dengan konteks dan makna ayat-ayat yang berhubungan dengan al-afwu dan ash-shafhu ada dalam surat an-nûr ayat ke-22, yang menurut sejarah turunnya berkaitan dengan Abu Bakar ra dengan salah seorang yang ikut ambil bagian dalam menyebar luaskan gosip terhadap puterinya sekaligus isteri Nabi saw, Ibunda Aisyah. Begitu marahnya Abu Bakar sehingga ia bersumpah untuk tidak memaafkan dan tidak memberi bantuan apa pun kepadanya. Allah swt memberikan petunjuk dalam ayat tersebut,

"Hendaklah mereka memaafkan dan berlapang dada. Apakah kamu tidak ingin Allah mengampunimu? Allah adalah Mahapengampun lagi Mahapenyayang" (Qs. an-Nur: 22).

Al-Afwu yang kemudian di Indonesiakan dengan "maaf", berarti "menghapus" karena yang memaafkan menghapus bekas-bekas luka dihatinya. Sedangkan ash-shafhu berarti "kelapangan" dan darinya dapat dibentuk kata shafhat yang berarti "lembaran" atau "halaman", serta mushafahat yang berarti "berjabat tangan". Seseorang yang melakukan ash-shafhu, seperti anjuran ayat di atas, dituntut untuk melapangkan dadanya sehingga mampu menampung segala ketersinggungan serta dapat pula menutup lembaran lama dan membuka lembaran baru.

Ash-Shafhu yang digambarkan dalam bentuk berjabat tangan itu, lebih tinggi nilainya daripada memaafkan. Bukankah masih mungkin ada satu dua titik yang sulit bersih pada lembaran yang salah, walaupun kesalahannya telah dihapuskan? Karenannya, bukalah lembaran baru, tutup lembaran lama, dan wujudkan sikap ihsan. Inilah hal-hal yang paling disukai Allah swt, dan karenanya pula para agamawan berpesan, "Jika ada yang memaki Anda, janganlah makiannya Anda balas, tapi berkatalah, jika makian anda benar, saya bermohon semoga Allah mengampuniku; dan jika keliru, maka semoga Allah mengampuni Anda."

Marilah kita semua berlapang dada, mengulurkan tangan saling mengucapkan maaf. Semoga kita dapat kembali menemukan jati diri kita dan semoga kita bersama memperoleh ampunan dan ridla-Nya. Amin. Wallaahu a'lam.



Jangan Mengadu Domba

Jangan Mengadu Domba

Ketahuilah bahwa sifat ini merupakan sifat yang sangat jelek dan banyak beredar di antara manusia, sehingga sedikit sekali dari kita yang dapat selamat. Mengadu domba adalah menginformasikan perkataan manusia kepada orang lain dengan tujuan "merusak" atau tujuan jahat. Sifat mengadu domba sangat terkait dengan sifat menggunjing. Mengadu domba diharamkan berdasarkan ijma kaum muslimin. Dalil-dalil al-qur'an dan hadis telah banyak menyebutkan hal tersebut dengan gamblang. Allah swt berfirman,

"Yang banyak mencela, yang kian ke mari menghambur fitnah (Qs. al-Qalam: 11)

Maksudnya, mereka adalah orang yang suka ghibah, yaitu melemparkan tuduhan-tuduhan palsu, membuka aib orang lain, dan suka mengadu domba antar sesama manusia, membuat-buat perkataan agar manusia terjebak dengannya dalam perangkap fitnah. Rasulullah saw bersabda,

"Tidak akan masuk surga orang yang senang mengadu domba." (Hr.Bukhari & Muslim)

Dari Ibn Abbas r.hu bahwa Rasulullah saw melewati dua kuburan kemudian beliau saw berkata, "Sesungguhnya dua orang tersebut sedang disiksa, mereka tidak disiksa karena suatu dosa bersarsebuah riwayat Bukhari disebutkan,'Ya dosa besar mereka'. Adapun salah satunya ia suka mengadu domba manusia dan yang lain ia tidak melakukan kebersihan dari buang airnya" (Hr. ash-Syaikhan).

Para ulama banyak berpendapat bahwa makna ungkapan tersebut adalah "mereka berdua tidak disiksa karena suatu dosa besar menurut pengakuannya atau dosa besar yang mereka lalaikan.

Abu Hurairah ra berkata bahwa Rasulullah saw bersabda,

"Seseorang muslim itu dengan seorang muslim yang lain bersaudara. Diharamkan baginya kehormatannya, hartanya, dan darahnya. Takwa itu ada disini (dalam riwayat yang lain Rasulullah menunjukkan dengan jari telunjuknya ke dada). telah dianggap melakukan kejahatan bagi seseorang muslim dengan mencela (merendahkan) saudaranya yang muslim." (Hr. Tirmidzi)

Seperti halnya dengan menggunjing, mengadu domba akan mendapat siksa yang pedih dan kehancuran bagi setiap orang yang mengadu domba manusia, menodai nama baiknya, atau menjulukinya dengan suatu julukan secara rahasia. Hukum ini berlaku untuk umum, karena pelajaran yang dapat diambil dari keumuman lafalnya bukan dari kekhususan kejadian.

Sedangkan dalam hadis disebutkan, dari Abu Hurairah r.hu bahwa Rasulullah saw bersabda,

"Tahukah kalian apa itu ghibah?" Para sahabat menjawab "Allah dan rasul-Nya lebih tahu. "Beliau saw berkata, "Engkau menceritakan tentang saudara kalian sesuatu yang tidak ia senangi". Mereka bertanya, "Bagaimana jika yang kami ceritakan tentang saudara kami ia benar?" Beliau saw berkata, "Jika yang kalian ceritakan tentang saudara kalian itu benar, maka berarti kalian telah menggunjingnya (ghibah). Dan jika yang kalian ceritakan tentang saudara saudara kalian itu salah, maka berarti kalian telah melakukan suatu kebohongan." (Hr. Muslim, Abu Dawud, Tirmidzi, dan Nasa'i)

Oleh karena itu kita harus berhati-hati dalam berbicara. Harus kita sadari bahwa berbicara itu dibatasi oleh etika-etika. Hendaklah kita ada di atas rel yang benar. Jangan sampai kita jatuh ke dalam apa yang Allah saw larang. Dalam berbicara pun jangan sampai mengadu domba. Mengadu domba adalah perbuatan yang ringan, bahkan bagi sebagian orang mungkin dianggap mengasyikkan. Namun, jika dilakukan dengan sengaja, atau dengan kesadaran penuh dan tekad menggebu, mengadu domba menjadi dosa yang besar.

Kita tidak bisa memaksa orang lain berbuat sesuai keinginan kita. Tapi kita bisa memaksa diri kita untuk melakukan yang terbaik dalam menyikapi sikap orang lain. Banyak bicara tidak selalu buruk, yang buruk adalah banyak bicara kebathilan. Boleh-boleh saja kita produktif bicara, tapi harus proporsional. Selalu berkata baik. Kita harus berbicara hal yang benar dan bisa berkata dengan akhlak tinggi. Jika tidak, cukup diam saja. Sadarilah bahwa lidah ini amanah. Tiap-tiap kata yang terucap darinya kelak akan dipertanggung-jawabkan di hadapan Allah swt. Jadikan ucapan-ucapan kita untuk menggundang keridhaan Allah swt. Jangan jadikan kata-kata itu sebagai sebab datangnya murka dan kebencian-Nya.

Semoga Allah swt membimbing lisan kita untuk berucap mengikuti keteladanan Rasulullah saw. Ucapan itu keluar dari lisan bagai untaian mutiara yang sarat dengan kebenaran, berharga, bermutu, dan membawa maslahat bagi siapapun yang mendengarkannya. Amin. Wallâhu a'lam.

BERHIAS

Berhias disukai dan diminati oleh manusia karena berhias berarti keindahan dan jiwa manusia cenderung kepada keindahan, kecenderungan kepada keindahan ini dimiliki oleh laki-laki, di samping ia juga dimiliki oleh wanita. Suami berharap istrinya tetap menarik, membahagiakan jika dipandang, istri berharap suaminya berpenampilan baik sesuai dengan kelaki-lakiannya, hanya saja kecenderungan wanita lebih kepada menghiasi diri, sementara kecenderungan laki-laki lebih kepada menikmati perhiasan, dari sini maka tulisan ini lebih fokus kepada berhias dari sisi wanita atau istri.

Dalam lingkup rumah tangga berhiasnya seorang istri untuk suami merupakan perkara yang tidak patut disepelekan, hal ini karena tabiat suami sebagai laki-laki menyukai kecantikan dan keindahan, kalau dia tidak mendapatkan ini dari istri, lalu dari mana dia mendapatkannya. Dalam konteks membahagiakan suami dengan cara-cara yang tidak melanggar batas-batas agama bisa bernilai sebagai sebuah ibadah yang mulia, karena hal tersebut sebagai wujud kecintaan dan kataatan istri kepada suami.

Hukum berhias

Pada dasarnya berhias atau perhiasan dibolehkan, tidak dilarang kecuali apa yang dilarang oleh dalil, ia termasuk salah satu nikmat Allah kepada hamba-hambaNya, Allah telah mengingkari siapa pun yang mengharamkan perhiasan yang Dia sediakan untuk hamba-hambaNya.

Firman Allah, "Katakanlah, 'Siapakah yang mengharamkan perhiasan dari Allah yang telah Dia keluarkan untuk hamba-hambaNya dan (siapa pula yang mengharamkan) rizki yang baik?' Katakanlah, 'Semuanya itu (disediakan) bagi orang-orang yang beriman dalam kehidupan dunia, khusus (untuk mereka saja) di Hari Kiamat." (Al-A'raf: 32).

Imam al-Bukhari meriwayatkan dari Ibnu Abbas, "Aku menyaksikan shalat Id bersama Nabi saw, beliau shalat sebelum khutbah… lalu Nabi saw mendatangi para wanita, beliau memerintahkan mereka bersedekah, maka mereka melemparkan cincin dan kalung dan Bilal menadahinya dengan kainnya."

Imam Ibnu Hajar dalam Fathul Bari 10/330 menyebutkan bahwa al-Bukhari meriwayatkan secara muallaq bahwa Aisyah mempunyai beberapa cincin emas, Imam Ibnu Hajar menyatakan bahwa riwayat ini diriwayatkan secara maushul oleh Ibnu Saad.

Demi siapa seorang istri berhias

Ladang ibadah seorang istri adalah suami, dari sini maka hendaknya apa yang dia lakukan pada dirinya adalah semata-mata demi suami termasuk berhias dan mempercantik diri, jika niat istri dalam berhias adalah demi suami maka hal tersebut bernilai ibadah, di samping itu istri tidak akan memperlihatkan perhiasan dirinya kepada orang lain, karena dia memang berhias hanya untuk suami semata bukan untuk orang lain.

Imam Abu Dawud meriwayatkan dari Aisyah berkata, Rasulullah saw datang kepadaku sementara di tanganku terpasang gelang dari perak, beliau bertanya kepadaku, "Ini apa wahai Aisyah?" Aku menjawab, "Aku melakukannya dengan maksud berhias untukmu." Nabi saw bertanya, "Kamu menzakatinya?" Aku berkata, "Tidak, masya Allah." Nabi saw bersabda, "Ia adalah bagianmu dari neraka."

Kita melihat dalam hadits ini apa yang dilakukan oleh Aisyah dengan memakai gelang dari perak dalam rangka berhias demi suaminya yaitu Rasulullah saw dan beliau tidak mengingkarinya, yang beliau persoalkan dalam hadits di atas adalah sisi yang tidak berkait dengan pembicaraan kita yaitu zakat perhiasan.

Yang terjadi saat ini dan pada zaman ini adalah kebalikannya, seorang istri tidak hanya berhias untuk suaminya semata, akan tetapi di samping untuk suaminya, dia juga berhias untuk selain suami, bahkan sebagian istri tidak berhias untuk suami, tetapi justru berhias untuk orang lain, bukti dari hal ini adalah berhiasnya sebagian istri pada saat dia keluar rumah, sementara di dalam rumah, istri tidak memperhatikan dirinya, pakaiannya ala kadarnya dan rambutnya tidak tertata rapi, tidak masalah kalau suami sedang tidak di rumah, tetapi yang sering hal itu terjadi pada saat suami sedang berada di rumah, namun begitu ada acara di luar rumah, maka dia akan berdandan habis, untuk siapa? Jadi suami tidak meraih yang khusus dari istrinya, sebagian jatahnya diberikan kepada orang lain.

Kepada siapa wanita menampakkan perhiasannya

Kepada orang-orang yang disebutkan oleh Allah dalam firmanNya, "Dan janganlah menampakkan perhiasannya kecuali kepada suami mereka atau ayah mereka atau ayah suami mereka atau putra-putra mereka atau putra-putra suami mereka atau saudara-saudara laki-laki mereka atau putra-putra saudara lelaki mereka atau putra-putra saudara perempuan mereka atau wanita-wanita Islam atau budak-budak yang mereka miliki atau pelayan-pelayan laki-laki yang tidak mempunyai keinginan (terhadap wanita) atau anak-anak yang belum mengerti tentang aurat wanita dan janganlah mereka memukulkan kakinya agar diketahui perhiasan yang mereka sembunyikan." (An-Nur: 31).

Dalam ayat ini Allah menjelaskan siapa-siapa yang boleh melihat perhiasan seorang wanita, di samping suami yang memang berhak mendapatkan bagian terbesar dan terkhusus, ada pula para mahram dan orang-orang di mana terlihatnya perhiasan wanita kepada mereka tidak menimbulkan fitnah dan kerusakan.

Macam-macam perhiasan
Pada dasarnya berhias dan perhiasan terbagi menjadi dua; perhiasaan bawaan atau pemberian dan perhiasan buatan. Yang pertama berarti perhiasan yang sudah dibawa atau dimiliki oleh seorang wanita sebagai pemberian dari Allah seperti kecantikan wajah dan keindahan tubuh. Yang kedua berarti perhiasan yang dihasilkan dan dilakukan oleh seorang wanita dalam upaya menjaga dan menambah perhiasan yang pertama seperti pakaian, make up, perlengkapan perhiasan, emas, perak dan sebagainya.

Perhiasan pertama yang merupakan karunia ilahi, seorang wanita tidak memiliki upaya dalam bagian ini, karena ia merupakan jatah dari 'sana', maka dia harus menerimanya dengan rela, tidak perlu menggerutu dan meratapi jatah, lebih-lebih melakukan usaha-usaha merubah ciptaan Allah, tidak perlu, karena pada dasarnya Allah menciptakan kaum hawa ini dengan kecantikan dan keindahan, masing-masing memiliki porsi darinya yang sudah ditakar oleh sang Pemberi, di lain pihak penilaian terhadap kecantikan bersifat relatif dan yang penting bagi seorang wanita adalah suami, jika suami sendiri ma fi musykilah dan menerima bahkan memandangnya yang terbaik dan tercantik, maka hendaknya dia bersyukur, karena dia memang demikian walaupun hanya di mata suami, tetapi itu lebih dari cukup. Mau penilaian dari siapa? Orang lain? Tidak perlu, memang dia itu siapa?

Barangkali yang perlu dan bisa dilakukan adalah menjaga, banyak hal yang bisa dilakukan demi menjaga ini, misalnya menjaga makanan, makan makanan yang berimbang sehingga tubuh tetap langsing dan tidak melebar, makan sayur dan buah-buahan sehingga tubuh terlihat segar, minum jamu atau ramuan-ramuan tertentu, beristirahat yang cukup sehingga kesehatan terjaga, berolah raga sebatas yang diizinkan dan mungkin dilakukan, dan masih banyak lagi perkara-perkara yang bisa dilakukan demi menjaga perhiasan bawaan dan pemberian ilahi ini, tidak masalah selama motivasi istri dalam melakukannya adalah hanya untuk suami seorang.

Dari sisi penciptaan wanita sudah merupakan perhiasan, karena Allah menciptakan kaum Hawa dengan ciptaan yang berbeda dengan kaum Adam, jika kaum Adam diciptakan dengan kecenderungan kepada kekuatan dan kejantanan, maka kaum Hawa diciptakan dengan kelembutan dan kecantikan, perhiasan berarti keindahan dan kecantikan, jadi dari sisi penciptaan kaum Hawa sudah merupakan perhiasan. Namum demikian seorang wanita bisa dan boleh mempercantik dan memperindah diri dengan menggunakan sarana-sarana yang diizinkan secara syar'i dan dorongan melakukannya hanya demi suami seorang tidak lain.

Beberapa hal yang bisa dijadikan oleh seorang wanita untuk berhias

1- Kecerdikan dan kepintaran
, manusia bukan sekedar tongkrongan atau penampilan jasmani semata, tanpa akal yang cerdik, manusia hanyalah kumpulan dari daging, darah dan tulang, tidak berharga, kecerdikan dan kepintaran menghiasi diri manusia, mengangkat derajatnya, meningkatkan daya tawarnya, demikian pula dengan wanita, seorang laki-laki tidak memilih wanita sebatas pertimbangan jasad atau tubuh semata, walaupun di antara laki-laki ada yang seperti itu, tetapi itu tidak umum di samping keliru, hukum umum berlaku bahwa ada pertimbangan lain selain jasad yang membuat seorang laki-laki memutuskan memilih sorang wanita, pertimbangan tersebut adalah kecerdikan dan kepintaran, penulis yakin tidak sedikit kaum Adam lebih memilih wanita yang mungkin, dari sisi kecantikan dalam penilaian umum, biasa-biasa saja, padahal penilaian ini sering bersifat subyektif, tetapi dia memiliki nilai kepintaran dan kecerdikan lebih dibanding dengan wanita yang mungkin cantik mempesona tetapi dongok atau tulalit, akalnya pas-pasan, yang kalau diajak berbicara atau berkomunikasi atau diminta mengerjakan sesuatu selalu 'capek deh'.

Istri sebagai garda rumah tangga memikul tugas dan tanggung jawab yang tidak sepele atau remeh, tugasnya besar dan berat, tanggung jawabnya memerlukan akal dan kepandaian, kepandaian mengatur rumah tangga secara umum yang meliputi keuangan, suami, anak-anak dan lain-lainnya. Dalam perkara keuangan atau ekonomi misalnya, bisa jadi tiang rumah tangga tidak begitu besar dan kokoh, tetapi dengan kecerdikannya istri mampu mengolah tiang yang tidak seberapa besar ini sehingga ia mampu menopang pasak, rumah tangga pun aman dari sisi finansial. Dalam perkara hubungan antara dirinya sendiri dengan suami misalnya, terkadang atau bahkan sering terjadi kesalapahaman dan ketidakselarasan yang memicu konflik dan percekcokan, istri yang pandai bisa dan mampu keluar atau memberi solusi baik lagi bijak sehingga konflik tersebut berakhir dengan happy ending. Dalam hubungannya dengan anak-anak, sebagai sekolah pertama dan pendidik vital bagi mereka, ibu mutlak harus memiliki ilmu alias kepandaian, orang-orang Arab berkata, faqidus syai` la yu'thi, orang yang tidak memiliki tidak memberi, lha apa yang mau dia berikan sementara dia sendiri tidak memiliki.

Jika wanita-wanita tumbuh dalam kebodohan
Maka anak-anak menyusu kebodohan dan kedunguan


Istri-istri Rasulullah saw adalah wanita-wanita yang pandai lagi cerdik, Khadijah yang mendampingi beliau di awal-awal perjuangan dakwah, dukungannya memberikan ketenangan bagi beliau, kepandaiannya menghadirkan keteguhan bagi beliau, perkataannya yang cerdas merupakan suntikan moral dan dukungan spiritual yang memantapkan langkah beliau, ketika beliau berkeluh kesah kepadanya, "Aku takut terhadap diriku." Khadijah menjawab, "Demi Allah, Allah tidak akan menghinakanmu, engkau berbicara benar, menyambung ikatan rahim, menunaikan amanat, memuliakan tamu dan membantu kesulitan dalam kebenaran." Tidak heran manakala Khadijah wafat, Rasulullah saw sangat kehilangan dan bersedih.

Setelah itu hadir Aisyah yang kepandaian dan ilmunya tidak diragukan, dia sebagai rujukan dan tempat bertannya orang-orang berilmu dari para sahabat dan tabiin pada masanya, ilmunya dari Rasulullah saw telah dinikmati oleh umat dalam skala yang besar, mustahil semua itu terwujud tanpa kecerdikan dan kecerdasan.

Hal sama pada istri-istri Rasulullah saw lainnya kemudian para wanita sahabat, salah satu contohnya adalah Asma` binti Umais, istri Ja'far bin Abu Thalib kemudian Abu Bakar ash-Shiddiq kemudian Ali bin Abu Thalib, Asma` ini wanita cerdik, buktinya dia bersuamikan tiga orang mulia dari umat ini, salah satu bukti kecerdikannya adalah ketika Ali bin Abu Thalib menikahinya, kedua putranya Muhammad bin Ja'far dan Muhammad bin Abu Bakar saling membanggakan diri. Masing-masing berkata, "Aku lebih mulia darimu, bapakku lebih baik daripada bapakmu." Ali berkata kepada Asma', "Wahai Asma' kamu yang menjadi pengadil di antara mereka berdua." Asma' berkata, "Aku tidak melihat pemuda Arab yang lebih baik daripada Ja'far, dan aku tidak melihat orang tua yang lebih baik daripada Abu Bakar." Ali berkata, "Kamu tidak menyisakan sedikit pun bagi kami. Seandainya kamu berkata lain niscaya aku akan memarahimu." Asma' berkata, "Sesungguhnya tiga orang di mana kamu adalah yang paling muda adalah orang-orang terpilih."

Jadi, diri Anda, wahai istri, adalah perhiasan bagi suami, Anda akan lebih menawan baginya jika Anda didukung dengan kepintaran dan kecerdikan.

2- Akhlak mulia

Akhlak mulia, perilaku baik dan perangai berbudi merupakan perhiasan bagi seseorang, betapapun tampan atau cantiknya seseorang secara fisik, jika yang bersangkutan tidak didukung dengan perkara yang satu ini, ketampanan atau kecantikannya tidaklah berarti, orang-orang cenderung menghindari seseorang yang berakhlak buruk meskipun dari sisi casing dia menawan dan menarik, mereka lebih melihat kepada perilaku dan pembawaan daripada melihat kepada tongkrongan, di samping itu pada saat ketampanan atau kecantikan ini sedikit demi sedikit memudar seiring dengan bertambahnya umur dan pada akhirnya hanya bekas yang tertinggal, pada saat itu kemuliaan akhlak dan keluhuran budi tetap eksis menghiasi pemiliknya.

Dalam konteks rumah tangga, berhiasnya anggota rumah tangga dengan perkara yang satu ini merupakan harga mati, tidak perlu ditawar, nilai positif dan input baiknya memberi dampak mulia dan berharga bagi rumah tangga, rumah menjadi tenang dan tenteram, yang terdengar adalah kata-kata baik, yang terlihat adalah sikap bijak, yang nampak adalah perlakuan luhur, semua ini membuat hubungan dan interksi di antara anggota keluarga berjalan sesuai dengan yang diharapkan. Sebaliknya Anda sebagai istri misalnya, silakan membayangkan jika suami berperilaku buruk, berkata-kata tidak sopan, bertindak kasar kepada Anda atau kepada anak-anak, intinya dari sisi akhlak suami buruk, bayangkan bagaimana rumah tangga Anda? Atau sebaliknya sebagai suami, istri Anda demikian, Anda tidak melihat darinya selain sikap dan perilaku yang buruk, Anda tidak mendengar darinya selain kata-kata sampah, bagaimana interaksi Anda dengan dia? Bagaimana suasana dan kondisi yang ada di dalam rumah Anda? Penulis yakin walaupun rumah Anda lapang dan luas seluas lapangan bola atau bahkan lapangan golf, Anda pasti akan merasa sumpek dan sempit, penyebabnya tidak lain adalah keburukan akhlak penghuninya.


لِعَمْرِي مَا ضَاقَت البِلاَدُ بِأَهْلِهَا
وَلَكِنَّ أَخْلاَقَ الرِّجَالِ تَضِيْقُ

Aku bersumpah, suatu negeri tidak menjadi sempit oleh penghuninya
Akan tetapi yang menjadi sempit itu adalah akhlak manusianya.


Jika sebaik-baik orang beriman adalah orang dengan akhlak yang baik, maka orang yang paling berhak memperoleh kebaikan akhlak dari seorang mukmin dan mukminah adalah orang terdekatnya yaitu keluarganya.


أَكْمَلُ المُؤْمِنِيْنَ إِيْمَانًا أَحْسَنُهُمْ خُلُقًا، وَخِيَارُكُمْ خِيَارُكُمْ لِنِسَائِهِمْ

"Orang mukmin yang paling sempurna imannya adalah yang terbaik akhlaknya dan sebaik-baik kalian adalah orang terbaik bagi keluarga mereka." (HR. at-Tirmidzi dari Abu Hurairah, at-Tirmidzi berkata, "Hadits hasan shahih."diriwayatkan pula oleh Ahmad dengan sanad hasan seperti yang dikatakan oleh Syaikh al-Arnauth dalam tahqiq Riyadhus Shalihin).


إِنَّ مِنْ أَكْمَلِ المُؤْمِنِيْنَ إِيْمَانًا أَحْسَنُهُمْ خُلُقًا وَأَلْطَفُهُمْ بِأَهْلِهِ

"Sesungguhnya orang mukmin yang terbaik akhlaknya dan terlembut bagi keluarganya termasuk ke dalam golongan orang-orang mukmin yang paling sempurna imannya." (HR. at-Tirmidzi dan Ahmad dari Aisyah).

3- Pakaian

Pakaian tidak sebatas menutup apa yang tidak pantas untuk terlihat dari tubuh, tidak sebatas melindungi tubuh dari panas dan dingin, tidak sebatas membedakan manusia dengan hewan, tidak sebatas menunjukkan tingkat peradaban manusia, akan tetapi lebih dari itu pakaian bisa menjadi hiasan bagi pemakainya sebagaimana yang difirmankan oleh Allah, "Hai anak Adam, pakailah pakaianmu yang indah di setiap (memasuki) masjid." (Al-A'raf: 31). Allah menamakan pakaian dengan ziinah yang berarti perhiasan, jadi berpakaian berarti berhias.

Dalam lingkup rumah tangga berhiasnya seorang istri dengan pakaian yang baik, bersih dan harum bisa menenangkan pandangan suami, membetahkan suami untuk selalu berada di dekat istri, tetapi justru hal ini sering dilalaikan oleh kebanyakan istri, pada saat suami pulang atau pada saat suami berada di rumah, bukannya istri memperhatikan pakaian dan penampilannya, justru pakaian yang dipakainya tidak mengundang selera suami untuk memandang atau menikmatinya, ini tidak pada tempatnya, semestinya pada saat suami pulang atau pada saat dia berada di rumah, istri berhias dan salah satunya adalah dengan berpakaian yang bisa menjadikannya lebih menarik bagi suaminya.

Dari sisi syariat, pakaian istri di depan suami lebih longgar daripada pakaiannya di depan umum, di depan suami seorang istri bisa berpakaian semenarik mungkin dengan catatan tidak meniru pakaian orang-orang kafir dan fasik, bahan pakaiannya pun lebih longgar dibandingkan dengan laki-laki, pada saat laki-laki dilarang memakai sutera, wanita diizinkan memakainya, ini merupakan peluang yang patut dimanfaatkan oleh para istri demi membahagiakan dan menenangkan suami.

4- Bersih diri

Bersih diri merupakan sarana berhias yang tidak kalah penting karena berhias identik dengan kebaikan dan keindahan yang tidak akan terwujud tanpa bersih diri, bersih diri mutlak dibutuhkan, sebaik dan seindah apapun sesuatu tidak akan menarik kalau ia kotor, secantik apapun Anda sebagai istri tidak akan menarik suami jika Anda tidak bersih diri. Penulis telah memaparkan 'kebersihan suami istri' sebelumnya, oleh karena itu penulis tidak berpanjang lebar di sini, pembaca bisa merujuknya di link yang sama.

(by : Izzudin Karimi _ Alsofwah)


Bakat Bukanlah Segalanya Tapi Kemauan Itulah Kunci Utama

Dalam keseharian sering kita mendengar kisah orang-orang yang sukses disekitar kita dikarenakan bakat dan usahanya dan akhirnya banyak dari kita yang berpikir "wah memang si anu bakatnya di bisnis tanaman, si fulan bakatnya di bisnis makanan" dan lain sebagainya yang sering kita lihat dan kita dengar

Saya sendiri sampai sekarang masih bingung, bakat saya dibidang apa ya? Sedangkan latar belakang akademis saya adalah akuntansi tapi saya sekarang berada dibidang operasional dan pemasaran suatu perusahaan yang sedang berkembang

Saya mulai serius menekuni bagian ini ketika "terpaksa", dikondisikan pada pertengahan tahun 2007 saya diminta bantuan oleh Boss saya yang biasa dipanggil Mas Dhanu untuk memajukan salah satu unit usahanya yang sudah beberapa lama jalan ditempat, sedangkan saya boleh dibilang buta dalam hal ini karena basic saya adalah pembukuan dan administrasi tapi beliau bilang "asal ada kemauan insyaallah kamu bisa".

Dengan modal nekat, 4 orang SPG dengan kemampuan yang pas-pasan, seorang supir plus mobil untuk jualan dan seorang konsultan pemasaran (yang ternyata lebih sering mengajari saya tentang teknik administrasi dan menghandle SPG), mulailah saya terjun bebas.

Stress?? Ya jelas tapi itu belum apa-apa selang dua minggu Mas Dhanu memberi tugas saya yang bertumpuk mulai dari bahan baku yang harus saya pahami jenis dan mutunya, mencari alternatif membeli bahan baku yang bermutu tapi tidak terlalu mahal hingga suplier yang jujur, cara-cara produksi hingga memasarkan produk. Saya harus bisa menghandle itu semua. Belum lagi sikap yang kurang bersahabat lagi dari teman-teman didivisi tersebut dikarenakan saya melompati jenjang karir mereka, SPG yang kurang mampu menjual sampai dengan konsultan yang akhirnya mengundurkan diri.

Wah hanya stress, stress dan stress sampai saya sakit panas dingin, meriang, muntah-muntah, lemas dan ngilu di seluruh persendian selama sebulan.

Tahu saya saya sakit selama sebulan Mas Dhanu cuma tersenyum dan berkata "tenanglah dalam menghadapi masalah jangan kamu hadapi dengan emosi. Temukan solusinya bukan amarahnya" .

Pelan-pelan saya tata lagi hati dan pikiran saya, kalau hanya mengandalkan penjualan dari SPG dan beberapa agen yang ada tidak begitu bagus prospeknya hanya cukup untuk menutup biaya operasional dan biaya produksi , satu-satunya jalan saya harus ikut berjualan dan menata ulang sistem penjualan tapi hambatannya cuman satu saya sama sekali buta akan hal itu. Walau selalu dibimbing oleh Mas Dhanu tapi pesimis dan apatis selalu menghantui langkah saya, sampai bulan kelima total penjualan masih dapat dikatakan minus, masih jauh dari target yang ditetapkan, saya hampir putus asa dan malu pada Mas Dhanu,boss saya.

Hingga pada suatu malam saya melihat di televisi acara Kick Andy dimana bapak Andrie Wongso menjadi bintang tamunya. Saya mengikuti dari awal hingga akhir dengan takjub melihat dan mendengar kisah beliau yang benar-benar diluar nalar saya dan bagaimana beberapa direktur perusahaan besar Indonesia begitu hormat dengan beliau, "luar biasa, orang ini luar biasa, semangat dan kemauannya begitu luar biasa" begitu pikir saya.

Apalagi dengan semboyannya "Success Is My Right" dan "Cintai Apa Yang Kau Miliki, Miliki Apa Yang Kau Cintai".

Langsung pada malam itu juga saya buka web beliau, saya baca artikel-artikel beliau dan langsung mendaftar untuk berlangganan.

Semangat saya terbakar, gairah saya kembali menyala, mulai otak saya mengkombinasikan apa-apa yang saya dapatkan dari Mas Dhanu dan bapak Andrie Wongso.

Mulai saya tata ulang sistem perusahaan tersebut, mulai dari administrasi, keuangan, pembelian bahan baku, cara-cara produksi, mengganti SPG yang susah dididik dengan yang lebih mudah diarahkan dan mau bekerja keras, menata ulang aturan2 pada agen dan mensosialisasikannya dan mencari peluang-peluang pemasaran baru.

Alhamdulillah pelan-pelan rupiah demi rupiah bisa saya kumpulkan, dengan belasan agen yang terus bertambah dan baru-baru ini bisa menggaet satu distributor, target yang dipatok beberapa kali bisa saya lampaui.

Saya sadar saya belum apa-apa dibandingkan dengan beliau-beliau yang sudah menulis artikel di web ini atau yang hanya sekedar memantau web ini atau bahkan ratusan pengusaha sukses diluar sana.

Saya hanya mencoba menyampaikan pesan buat anda yang masih dalam taraf belajar seperti saya, bahwa seperti yang disampaikan Mas Dhanu "Asal ada Kemauan Insyaallah Kamu Bisa" , "Success is My Right" kata pak Andrie Wongso dan "Bakat Bukanlah Segalanya tapi Kemauan Itulah Kunci Utamanya" seperti yang ditulis Richard Denny dalam bukunya Selling To Win itu adalah benar adanya dan itu adalah modal awal dan utama bagi siapa saja yang ingin sukses dalam berkarir dan berusaha.

Salam sukses buat anda semua.

( Oleh : Bagus Airlanto )


Senin, 04 Agustus 2008

Membaca Peluang

Membaca Peluang

 

Kemuliaan seorang manusia dibandingkan makhluk-Nya yang lain, karena terdapatnya akal pikiran pada dirinya. Dari akal pikiran itulah, anda akan dianugerahi-Nya kemampuan dan kemauan di dalam membaca peluang. Yang mana peluang-peluang yang telah anda temukan, akan mengantarkan anda untuk memiliki sikap mental, "Bagaimana seharusnya anda memiliki Cara Berpikir yang benar." Sebab, sekarang ini dan seterusnya bukan lagi era serba materi. Namun telah berkembang menjadi sebuah jaman, di mana seorang manusia, seperti anda dan kita ditantang untuk mampu dan mau memberdaya-gunakan akal budi menjadi lebih bermanfaat buat sesama ciptaan Allah. Itulah sebabnya, mulai saat ini anda harus sadar, bahwa akal budi anda merupakan sumber semua kejadian yang akan menjadikan hidup anda lebih: Sehat; Sejahtera; dan Bahagia, insya Allah."

 

Sidi Miftahul Luthfi Muhammad al-Mutawakkil

 

Dunia kita sekarang ini telah dikuasai oleh tiga kekuatan, yang mengharuskan umat manusia, siapa pun dia terlibat di dalamnya. Keterasingan dirinya dari ketiga hal tersebut, secara otomatis akan menjadikan dirinya tertinggal atas perubahan yang ditopang oleh ketiganya. Dan, yang Allahanda alami, anda tidak akan pernah lagi mampu membaca peluang. Yang patut anda renungkan dan malu pada diri anda sendiri, adalah Allah azza wa jalla telah menganugerahkan akal budi kepada anda (dan kita) yang pasti akan mampu membaca setiap terjadinya peluang, guna menciptakan Akselerasi Sikap Mental yang memiliki signifikansi dengan budi pekerti yang mulia (akhlâqul karimah) dan tatakaram yang terpilih (adâbul musthafawiah).

 

Ketiga kekuatan penakluk dunia saat ini, yakni: Informasi; Teknologi; dan Kompetisi. Di mana ketiganya telah menjelma menjadi sebuah kekuatan baru. Yang semakin hari, semakin menggurita "menggilas" siapa pun yang tidak memiliki daya kenyal (suspend) terhadap setiap terjadinya perubahan yang sedang berlangsung.

 

Ledakan informasi yang terjadi, telah mengantarkan penduduk dunia hidup dengan serba cepat di dalam menguasai informasi. Sehingga perubahan yang terjadi sedemikian cepat lagi pesat. Dunia telah menjadi sebuah "kampung global" yang tidak mampu disekat oleh apa pun dan siapa pun. Dari ledakan informasi tersebut, segalanya menjadi sulit diprediksikan dan direncanakan sedemikian detail. Apabila anda menghendaki sukses di dunia dan di akhirat. Maka, anda harus mampu menguasai arus informasi tersebut. Jika anda tidak well inform dengan perubahan yang terjadi. Jangan harapkan anda memiliki peluang hidup yang lebih: Sehat; Sejahtera; dan Bahagia.

 

Ledakan teknologi, utamanya di bidang komputer. Dunia telah diguncang dengan milyaran perubahan yang terjadi dalam setiap harinya. Di mana tidak, dalam ukuran detik, di saat yang bersamaan anda akan mampu mengirim surat elektronik anda (e-mail) kepada ribuan pesan dengan biaya yang sangat rendah ke seluruh dunia. Bahkan, World Wide Web (WWW) yang telah anda pasang sangat memungkinkan anda memiliki hampir 10 juta akses ke dalam hidup keseharian anda. Anda ditantang oleh kemajuan teknologi komputer, memilih menjadi manusia yang jujur, atau sebaliknya, menjadi pecundang masyarakat dunia yang akan mendapatkan kutukan dari mereka semua. Guna melengkapi kemampuan anda di dalam membaca peluang. Sekaranglah saatnya laptop anda yang super canggih. Handphone anda yang juga berkemampuan dahsyat. Anda dampingi dengan hati selamat (qalban saliman). Yang akan mampu menjadikan hidup anda: Menomor-satukan Allah; Jujur; dan Ikhlas. Hanya dengan The Triangle Force Way tersebut, penguasaan anda terhadap teknologi akan menjadikan diri anda mampu membaca peluang dengan baik lagi benar.

 

Dua ledakan yang alfaqir paparkan di atas. Secara pasti telah melahirkan kekuatan kompetisi. Yaitu, umat manusia berlomba-lomba membangun nilai hidupnya dengan sesuatu yang: lebih cepat; lebih baik; lebih baru; lebih murah; dan lebih mudah. Karenanya, sudah saatnya anda mempraktekkan The Triangle Force Way (Menomor-satukan Allah; Jujur; dan Ikhlas), guna mendukung cita-cita anda; khususnya di dalam membaca setiap terjadinya peluang-peluang baru. Sebab, itulah sebuah jalan baru yang dapat mensinergikan secara simultan azzam yang telah anda miliki. Kata kunci dalam setiap terjadinya kompetisi yang dapat menaklukkan, apabila anda memiliki sikap mental good services.

 

Belajar Dari Para Pendahulu

 

Alfaqir suka melakukan Pembelajaran Sifat kepada Rasulullah saw, para sahabat nabi, tabi'in, tabi'ut tabi'in, dan salafush shalih. Dari merekalah, alfaqir melakukan Akselerasi Sikap Mental. Lalu, secara intens alfaqir mem-folow up-i dengan Perubahan Perilaku. Maka, hasilnya, sungguh merasakan kehidupan yang: Imani; Islami; Ihsani; Sehat; Sejahtera; dan Bahagia, alhamdulillah.

 

Bagaimana dengan anda? Sudahkah melakukan Pembelajaran Sifat dari para sahabat nabi? Merekalah para hamba Allah yang telah mendapatkan jaminan sukses di dunia dan di akhirat!

 

Anda Tidak Sendirian

 

Masing-masing manusia memiliki problematika hidup sendiri-sendiri. Di dunia ini tidak ada seorang manusia pun yang hidup tanpa memiliki masalah. Boleh jadi anda kesal, capek, atau penat dengan masalah anda. Namun di luar kehidupan anda. Ternyata lebih banyak lagi manusia yang mempunyai banyak masalah. Ya, masalah yang jauh lebih ruwet dan rumit penyelesaiannya.

 

Ternyata mereka banyak yang sukses. Mereka mampu mengatasi problematika yang dihadapinya. Mereka mampu membaca peluang. Sehingga mereka mampu menerobos atau melompat dari kondisi yang tidak enak kepada kondisi yang lebih baik lagi barakah.

 

Jika orang lain mampu mengatasi. Maka, anda pun harus mampu mengatasinya. Apabila mereka dapat sukses. Maka, anda pun pasti bisa sukses; insya Allah. Jangan mudah menyerah. Jadilah, seorang yang tahan banting. Sehingga anda mampu merubah pribadi anda jauh lebih berarti. Yang anda butuhkan untuk mampu membaca peluang, adalah kemauan anda di dalam mengembangkan kemampuan anda yang berupa focusPOWER.

 

Dari Manapun Anda Dapat Memulainya

 

Setelah setahun menikah, Abu Usamah nama sebenarnyaisterinya ditakdirkan mengontrak rumah di sebuah perkampungan kumuh. Hidup serba pas-pasan. Bahkan, boleh dibilang malah kekurangan.

 

Namun pasangan muda tersebut sadar, bahwa hidup adalah perubahan. Untuk sukses harus berubah. Itulah prinsipnya. Dan, yang dirubah pertama kali oleh keduanya, adalah Cara Berpikir. Dan, setelah 15 tahun dari hidup yang serba kekurangan tersebut. Kini keduanya beserta keluarganya hidup berkecukupan.

 

Jangan Percaya Mitos

 

Jika anda ingin maju dan sukses?! Jangan percaya dengan mitos, takhayul, khurafat, dan segala bentuk bid'ah yang merusak lainnya. Suatu contoh, di negeri ini, ada mitos. Apabila tidak punya ijazah, hidupnya tidak dapat sejahtera dan bahagia.

 

Apabila anda mengehendaki maju dan sukses. Jawab mitos yang menyesatkan itu dengan perkataan yang membangkitkan diri anda untuk termotivasi, "Kesejateraan dan kebahagiaan hidup, manakala dianugerahi-Nya sikap mental: Menomor-satukan Allah; Jujur; dan Ikhlas."

 

Anda harus yakin, bahwa Allah itu senantiasa memenuhi apa yang menjadi keinginan para makhluk-Nya. Apa yang anda pikirkan, itulah masa depan anda. Saat ini yang sedang anda jalani, adalah buah Cara Berpikir masa lalu anda. Renungkan itu! Jangan salahkan siapa pun. Jika sampai detik ini, anda belum sukses. Sebab, anda memang tidak pernah berpikir untuk menjadi orang yang sukses dan maju. Anda tidak percaya?! Silahkan buktikan!

 

Hidup Itu Serba Mungkin

 

Hidup itu serba mungkin. Mungkin terjadi. Atau, mungkin tidak terjadi. Suatu misal, orang main sepak bola. Mungkin menang. Atau, mungkin kalah. Akan tetapi kemenangan dapat diraih dengan membangun Cara Berpikir yang benar. Demikian hal untuk mempertahankan kemenangannya. Siapa pun harus mampu mempertahankan Cara Berpikir-nya yang sudah benar. Sebab, dari Cara Berpikir yang benar anda akan mampu membaca peluang dari yang tidak mungkin menjadi mungkin. Silahkan buktikan!

 

Itulah sebabnya, mulai saat ini, anda harus membiasakan diri untuk berpikir yang baik-baik, yang bermanfaat, dan yang memiliki dinamika kemanfaatan. Dengan keyakinan, bahwa anda memiliki peluang besar memiliki kehidupan yang: Sehat; Sejahtera; dan Bahagia.

 

Disiplin Waktu

 

Menuju perubahan hidup yang: Sehat; Sejahtera; dan Bahagia. Anda harus disiplin dengan waktu anda. Sedikit waktu harus produktif. Sekalipun tidak menghasilkan finansial. Artinya produktif, anda harus memiliki kemanfaatan terhadap hidup anda, keluarga, bangsa, dan agama anda.

 

Anda harus sadar, bahwa masa depan anda yang sebenarnya, adalah sejauhmana anda mampu memposisikan diri anda dengan Allah; sebagai Rabb anda. Karena masa depan umat manusia, adalah negeri akhirat.

 

Kunci dari semuanya, yakni memiliki tingkat disiplin waktu yang tinggi. Anda anda harus yakin benar, bahwa tanpa kedisiplinan waktu. Anda tidak akan pernah mengenyam kesuksesan yang sebenarnya. Maka, produktifkan waktu-waktu anda, sehingga peluang hidup anda menjadi lebih bermakna.

 

Anda Pasti Bisa

 

Apabila anda menghendaki memiliki kemandirian dalam hal apa saja. Yakinkan pada diri anda, bahwa anda pasti dapat melakukannya. Lakukan terus, hingga anda dapat memenuhi apa-apa yang telah menjadi azzam anda.

 

Tidakkah orang lain, juga dapat berhasil dan sukses dengan hidup mereka?! Itu artinya, anda memiliki peluang berhasil dan sukses yang sama dengan mereka. Anda harus berani melakukan apa-apa yang telah dilakukan oleh mereka, yang lebih dahulu berhasil dan sukses. Terus lakukan! Jangan mudah menyerah. Anda harus tahan banting. Hingga keberhasilan dan kesuksesan benar-benar anda rasakan dan anda capai.

 

Be Happy

 

Sebut saja, Abu Aslam  --bukan nama sebenarnyaseorang pegawai negeri. Pemimpinnya tidak menyukainya. Tetapi Abu Aslam tidak mengambil pusing sikap pemimpinnya tersebut. Sekali pun dia tidak diberikan tugas-tugas kantor yang semestinya harus dia kerjakan. Dengan cara menyibukkan diri, Abu Aslam tetap CC dengan sumpah jabatan sebagai seorang pegawai negeri sipil.

 

Tindakan yang ia lakukan, ketika dia mengetahui pimpinannya tidak menyukainya. Dia husnudhan dan memaafkan. Lalu, dia membiasakan diri dengan masuk kantor lebih pagi dan pulang paling akhir.

 

Takdir Allah azza wa jalla terus bejalan dalam kehidupan Abu Aslam. Hingga suatu saat, pak menteri melakukan sidak di kantor tersebut di luar jam kantor. Maka, ketika pak menteri masuk kantor tersebut, yang ada cuma Abu Aslam. Yang telah memiliki kebiasaan masuk kantor paling pagi dan pulangnya paling akhir.

 

Terjadi dialog yang panjang antara pak menteri dengan Abu Aslam. Diam-diam pak menteri simpatik dengan Cara Berpikir Abu Aslam. Dan, selang beberapa bulan, turun surat sakti langsung dari pak menteri. Abu Aslam dipindah-tugaskan untuk menduduki sebuah jabatan penting yang kedudukannya berada langsung di bawah pak menteri. Dia telah menjadi salah seorang kepercayaan pak menteri. Sedangkan si mantan pemimpinnya, sekarang berada di bawah pak menteri sebagai pengantar surat dinas pak menteri. Bagaimana dengan anda? Siapa yang anda tiru, Abu Aslam yang be happy atau si pemimpin yang licik tersebut!?

 

Jemput Bola

 

Jangan biasakan menunggu. Sebaliknya, anda harus mau menjemput bola. Jika anda telah membaca peluang yang telah anda tangkap. Jangan biarkan peluang-peluang anda terbuang sia-sia, atau terlewati begitu saja.

 

Anda harus memiliki kebiasaan cepat di dalam menangkap peluang. Di samping anda juga harus cepat pula dalam melakukan Akselerasi Sikap Mental, guna mencapai kehendak-kehendak anda. Apabila anda memiliki pengendalian diri dan percaya diri yang kuat dengan segenap azzam anda. Niscaya anda akan memiliki nilai tambah yang nantinya membawa perubahan "nasib" pada hidup anda; insya Allah. Siapa yang mengira kesebelasan Irak dapat mengalahkan kesebelasan Arab Saudi. Siapa yang mengira kesebelasan Turki dapat mengalahkan kesebelasan Kroasia. Siapa mengira kesebelasan Spanyol dapat mengalahkan kesebelasan Jerman. Siapa mengira SBY dapat menjadi RI-1. Siapa mengira Tukul Arwana menjadi selebretis termahal dan terkenal. Siapa mengira Ahmadinejad membikin Goerge W.Bush ketakutan. Siapa mengira alfaqir seperi sekarang ini; wa-llâhu a'lam.

 

Habits (kebiasaan) baik yang anda lakukan. Itulah kesuksesan anda. Tidak ada kesuksesan datang secara tiba-tiba. Silahkan pamahami secara seksama: perjuangan kesebelasan Spanyol; kesebelasan Irak; kesebelasan Turki; perjuangan SBY; perjuangan Ahmadenijad; perjuangan Tukul Arwana; dan perjuangan alfaqir. Tidak ada yang tiba-tiba. Kesemuannya memiliki rentang waktu. Yang siapa pun dapat menirunya. Dan, boleh jadi, anda jauh lebih hebat dari kesemuanya.

 

Latihlah Diri Anda!

 

1.   Identifikasi segenap hal yang mampu anda lakukan yang terdapat di sekeliling anda. Lalu, anda harus disiplin dengan waktu anda.

 

2.   Kemampuan anda dalam membaca peluang. Tunjukkan dengan kebiasaan anda lebih awal di dalam memenuhi waktu dari perjanjian yang telah disepakati.

 

3.   Awali hidup anda dalam sehari semalam, dengan membiasakan diri; tidur malam lebih cepat dan bangun malam lebih awal. Masuk kantor lebih awal dan pulang kantor paling akhir.

 

4.   Mampatkan waktu anda dengan efektif, efesien, kreatif, dan produktif dalam setiap menitnya.

 

5.   Jaga kesehatan hati dan perut anda. Hanya dengan kesehatan yang prima pembacaan peluang dapat lebih akurat. Ingat membaca peluang bukanlah perkiraan. Tapi sebuah kerja yang simultan lagi sinergi dari setiap energi yang terdapat dalam diri anda, yang digunakan untuk melakukan perubahan yang berkemanfaatan.

 

6.   Anda ingin mandiri secara finansial?! Kerjakan The Triangle Walfare. Yakni, mengamalkan praktek atas finansial anda dengan: 1/3 modal; 1/3 operasional; dan 1/3 sosial. Ketergantungan atas finansial, niscaya akan menjadikan diri anda distorsi dan hina.

 

7.   Jadilah anda salah seorang bagian terpenting dari komunitas minoritas. Tinggalkan komunitas mayoritas. Sebab, hukum perubahan sosial mengatakan, "Minoritas selalu menyangga mayoritas." Ingat perjuangan kaum muslimin awal bersama Nabi saw. Mereka kelompok minoritas. Ingat perjuangan dakwah para walisongo di Nusantara. Mereka adalah kelompok minoritas. Anda akan berbahagia lagi beruntung  --insya Allah--  manakala mampu menjadi manusia yang mandiri. Sebab, ketergantungan mutlak hanya kepada Ilahi Rabbi. Dan, mereka adalah kelompok minoritas!!

Menyiasati Dampak Dari Kenaikan Bbm Terhadap Keuangan Kita

Menyiasati Dampak Dari Kenaikan Bbm Terhadap Keuangan Kita
(Oleh : Steven Agustinus

Kenaikan BBM secara otomatis akan mengakibatkan naiknya harga kebutuhan sehari-hari, karena kenaikan BBM menyebabkan biaya transportasi membengkak. Yang seringkali menjadi persoalan adalah, kenaikan BBM tersebut tidak disertai oleh kenaikan signifikan dari pendapatan yang kita terima, sehingga walaupun kita masih menerima jumlah gaji yang sama, kita mendapatkan hasil yang lebih sedikit dari yang biasanya – seringkali orang menyebutnya dengan istilah "inflasi".

Itu sebabnya, sebagai perorangan ataupun keluarga yang mengalami tekanan ekonomi akibat naiknya harga BBM, kita perlu mengetahui cara mendapatkan income tambahan yang akan menolong kita untuk dapat tetap memiliki kehidupan yang stabil dan layak. Walaupun perusahaan menaikkan gaji kita, kenaikan yang diberikan biasanya tetap didasarkan pada lama kita bekerja, prestasi dan kinerja yang sudah kita hasilkan, sehingga persentasi kenaikan gaji tersebut tetap tidak sebanding dengan kenaikan BBM itu sendiri. Karenanya, dalam kondisi seperti ini, akan jauh lebih baik jika anggota keluarga yang "belum produktif" mulai memutar otak untuk mencari cara memproduktifkan dirinya sendiri.

Pengaturan keuangan
Pengaturan keuangan yang baik artinya pemasukan harus lebih besar dari pengeluaran – ini adalah mutlak dan tidak bisa diganggu gugat. Jika pemasukan kita lebih sedikit dari pengeluaran, artinya kita mulai hidup dari hutang. Dan jika kita biarkan hidup ini terus dibangun di atas hutang, akan tiba waktunya kita mengalami kesulitan untuk menyelesaikan hutang-hutang yang ada. Mungkin Anda berkata, "Jika saya mempergunakan kartu kredit, bukankah saya bisa menyicilnya dengan pembayaran minimum?" Benar, tapi jika kita harus terus membayar dengan cicilan minimum –dengan kata lain, kita mempergunakan kartu kredit melebihi kemampuan kita untuk membayar- maka ketika terjadi sesuatu dimana kita membutuhkan dana secara mendadak, kita sendiri yang akan menjadi pusing. Untuk memiliki pengaturan keuangan yang baik –di mana pemasukan lebih besar dari pengeluaran– seringkali kita terpaksa harus 'mengutak-atik' sisi pengeluaran, atau dengan kata lain 'lebih mengencangkan ikat pinggang kita'.

Mencicil dengan kartu kredit
Alasan mengapa orang-orang jaman dulu cepat menjadi kaya adalah karena segala jenis transaksi usaha yang mereka melakukan ataupun kehidupan sehari-hari yang mereka jalani semuanya dilakukan menggunakan uang tunai. Dengan kata lain, mereka tidak akan mengambil atau membeli dari uang yang tidak mereka miliki – mereka hanya akan membeli sebuah barang dari uang tunai yang mereka punya. Sementara itu, kenyataan yang ada saat ini justru bertolak belakang; orang mencoba membangun kehidupannya berdasarkan hutang.

Jika pemasukan kita tidak bertambah dan pengeluaran semakin membengkak, secara otomatis kita tidak akan bisa menabung – gaji yang kita terima hanya pas untuk biaya hidup sebulan. Lalu apa yang harus kita lakukan? Alternatif pertama adalah coba pikir ulang, adakah biaya-biaya yang kita keluarkan yang sebetulnya masih bisa disiasati sehingga dapat ditekan. Contohnya: mungkin selama ini kita berlangganan TV kabel, padahal sebetulnya kita lebih banyak berada di luar rumah sehingga tidak terlalu memiliki waktu untuk menonton televisi. Jika demikian, mengapa tidak kita hentikan saja langganan TV kabel tersebut sehingga biaya berlangganannya bisa dialokasikan untuk kebutuhan lain yang lebih penting? Dengan menyiasati pengeluaran-pengeluaran rutin yang masih bisa ditekan, kita akan memiliki uang tambahan yang bisa kita tabung. Jika setelah melakukan penekanan-penekanan dalam pengeluaran ternyata pendapatan yang kita terima masih kurang juga, barulah kita bisa mulai memikirkan alternatif lainnya, yaitu meningkatkan pendapatan.

Karena tekanan hidup dan kondisi ekonomi yang ada, banyak orang yang mulai melakukan job hunting dengan harapan mendapatkan penghasilan yang lebih besar. Sebenarnya hal itu bukan masalah. Hanya satu pesan saya, tetap jagai keprofesionalan kerja yang ada. Jangan sampai gara-gara melakukan job hunting, kita menelantarkan pekerjaan yang sekarang. Jika itu kita lakukan, kita justru sedang meninggalkan predikat dan citra yang buruk di tempat kita bekerja saat ini. Sementara kita sedang melakukan job hunting, tetaplah lakukan pekerjaan kita dengan maksimal, bahkan kalau perlu kualitas kerja kita semakin ditingkatkan lagi. Di sisi lain, jangan buru-buru mengambil keputusan untuk keluar dari tempat kerja yang sekarang sebelum kita tahu pasti bahwa pekerjaan yang akan kita masuki nanti memang pekerjaan yang kita sukai dan dapat memberikan kehidupan yang lebih baik bagi kita.

Passive Income
Passive job adalah suatu jenis usaha yang hanya membutuhkan pengawasan yang minim, sehingga kita bisa tetap berfokus pada pekerjaan utama kita dan pada saat yang sama mendapatkan penghasilan tambahan pasif (passive income). Memiliki angan-angan untuk mendapatkan passive income memang terdengar mudah, namun menciptakan passive job tidak semudah mengucapkan atau memikirkannya. Dibutuhkan kecerdasan, usaha keras, dan kreativitas, karena tanpa sungguh-sungguh memahami tentang passive income, kita tidak akan pernah bisa menciptakan passive job untuk mendapatkannya.

Jika kita mau menciptakan sumber-sumber pekerjaan pasif yang akan bisa mendatangkan beberapa passive income sekaligus –sehingga kita mendapatkan passive income bukan hanya dari satu sumber saja, tetapi dari beberapa sumber– secara otomatis kita perlu berfokus di sana. Kalau passive income kita yang pertama sudah sama besar dengan pendapatan dari pekerjaan utama kita, saya rasa tidak ada salahnya jika kita mulai memikirkan cara untuk berfokus dalam menciptakan passive income-passive income lainnya.

Dengan memiliki beberapa sumber passive income sekaligus, dalam skala tertentu hal ini akan memungkinkan kita untuk menikmati pensiun di usia dini sehingga kita akan bisa mengerjakan hal-hal yang menjadi tujuan dalam hidup kita. Saya mendapati, mayoritas di antara kita sebetulnya memiliki tujuan hidup secara spesifik, namun meskipun kita mengetahui apa yang menjadi tujuan hidup tersebut, kita mengalami kesulitan untuk meraihnya karena terbentur oleh kebutuhan hidup sehari-hari. Tapi, dengan memiliki kecerdasan, kreativitas, serta kemampuan untuk dapat menciptakan bukan lagi passive tetapi massive income (pendapatan dalam jumlah yang besar dari beberapa sumber sekaligus sehingga kita sungguh-sungguh mengalami kebebasan finansial), kita akan memiliki keleluasaan untuk melakukan apapun yang menjadi panggilan jiwa kita. Ketika itu terjadi, hidup akan menjadi begitu indah.

Kenaikan BBM mungkin menjadi sebuah tantangan yang berat dan harus kita hadapi, tapi ingat baik-baik, di setiap tantangan akan selalu ada kesempatan yang bisa kita temukan. Yang kita butuhkan hanyalah kecerdasan dan kreativitas; ketika kita memiliki kecerdasan dan kreativitas yang dibutuhkan, sebesar apapun tantangan yang kita hadapi akan selalu membukakan peluang yang sama besarnya bagi kita. Jadi, jangan pernah menyerah, terus asah kecerdasan yang Anda miliki, terus tingkatkan kreativitas Anda, dan saya yakin peluang-peluang yang selama ini tidak terlihat akan Anda temukan dan bisa Anda manfaatkan sebagai sumber-sumber pendapatan baru dalam hidup Anda.

Bahaya Botol Plastik

Salah seorang teman tiba2 nelpon trus bilang bahwa dibawah tiap botol susu ada kode dalam segitiga dimana ada beberapa kode yang sebaiknya jangan dipake untuk bayi. Wah kita selama ini selalu make tanpa mikir. Nah gw udah bikin beberapa riset kecil

Segitiga yang dimaksud diatas adalah Resin identification code dimana kode ini lah yang dipake untuk menentukan type dari bahan plastik supaya nantinya bahan tersebut bisa dipilah untuk di daur-ulang.

PETE or PET

Polyethylene terephthalate

PETE atau PET (polyethylene terephthalate) biasa dipakai untuk botol plastik yang jernih/transparan/tembus pandang seperti botol air mineral, botol jus, dan hampir semua botol minuman lainnya. Boto-botol dengan bahan #1 dan #2 direkomendasikan hanya untuk sekali pakai. Jangan pakai untuk air hangat apalagi panas. Buang botol yang sudah lama atau terlihat baret-baret.

HDPE

High density polyethylene

HDPE (high density polyethylene) biasa dipakai untuk botol susu yang berwarna putih susu. Sama seperti #1 PET, #2 juga direkomendasikan hanya untuk sekali pemakaian.

PVC or V

Polyvinyl chloride

V atau PVC (polyvinyl chloride) adalah plastik yang paling sulit di daur ulang. Plastik ini bisa ditemukan pada plastik pembungkus (cling wrap), dan botol-botol. Kandungan dari PVC yaitu DEHA yang terdapat pada plastik pembungkus dapat bocor dan masuk ke makanan berminyak bila dipanaskan. PVC berpotensi berbahaya untuk ginjal, hati dan berat badan.

LDPE

Low density polyethylene

LDPE (low density polyethylene) biasa dipakai untuk tempat makanan dan botol-botol yang lembek. Barang-barang dengan kode #4 dapat di daur ulang dan baik untuk barang-barang yang memerlukan fleksibilitas tetapi kuat. Barang dengan #4 bisa dibilang tidak dapat di hancurkan tetapi tetap baik untuk tempat makanan.

PP

Polypropylene

PP (polypropylene) adalah pilihan terbaik untuk bahan plastik terutama untuk yang berhubungan dengan makanan dan minuman seperti tempat menyimpan makanan, botol minum dan terpenting botol minum untuk bayi. Karakteristik adalah biasa botol transparan yang tidak jernih atau berawan. Cari simbol ini bila membeli barang berbahan plastik.

PS

Polystyrene

PS (polystyrene) biasa dipakai sebagai bahan tempat makan styrofoam, tempat minum sekali pakai, dll. Bahan Polystyrene bisa membocorkan bahan styrine ke dalam makanan ketika makanan tersebut bersentuhan. Bahan Styrine berbahaya untuk otak dan sistem syaraf. Selain tempat makanan, styrine juga bisa didapatkan dari asap rokok, asap kendaraan dan bahan konstruksi gedung. Bahan ini harus dihindari dan banyak negara bagian di Amerika sudah melarang pemakaian tempat makanan berbahan styrofoam termasuk negara China.

OTHER

acrylonitrile butadiene styrene acrylic, polycarbonate, polylactic acid, nylon,fiberglass.

Other (biasanya polycarbonate) bisa didapatkan di tempat makanan dan minuman seperti botol minum olahraga. Polycarbonate bisa mengeluarkan bahan utamanya yaitu Bisphenol-A ke dalam makanan dan minuman yang berpotensi merusak sistem hormon. Hindari bahan plastik Polycarbonate.

tuh kan pasti tambah binggung ajah… pokoknya sekarang ini kita selaku orang tua di tuntut untuk lebih teliti dalam memilih barang-barang plastik untuk anak kita. Apalagi banyak sekali produk lokal yang tidak mencantumkan kode RIC. Mending keluar biaya lebih daripada tidak aman untuk anak tersayang.

Saran kita seh sederhana :

·        Selalu teliti saat membeli barang plastik
·        Baca dan ikutin aturan pemakaian dengan benar
·        Cuci, sterilkan dan simpan barang plastik anda di tempat aman (teduh, bebas debu, tidak lembab dan kalo bisa tertutup)
·        Ganti peralatan pastik secara berkala (misalnya: peralatan makan, botol, dot, dsb)

Semoga informasi ini bermanfaat bagi kita semua.

beberapa link yg harus dibaca :

·        Hati-Hati dengan Bahaya Plastik! Pelajari Sebelum Terlambat
·        Polycarbonate Plastics and Bisphenol A Release
·        Baby Alert: New Findings About Plastics
Feeding with the Bottle

 

Extra free 6 years to think positive & focus on good things

Extra free 6 years to think positive & focus on good things.

"Positive thinking leads to Positive Emotions, and continues to Positive Attitude, resulting in Positive Achievements & Bigger Success"

Dalam kehidupan dan aktivitas kita sehari-hari, seringkali kita mengeluh kekurangan waktu, namun belakangan ini banyak penulis dan motivator mengatakan bahwa sesungguhnya manusia memiliki terlalu banyak waktu sehingga tak mampu memanagenya secara efisien, mengapa bisa demikian? Jawabannya terletak pada diri Anda masing-masing mengenai bagaimana mengelola waktu yang dimiliki secara optimal, memilah hal yang penting untuk dilakukan dan tidak, berdasar prioritas dan relevansinya untuk pencapaian berbagai tujuan hidup.

Sebagai manusia dewasa, banyak kegiatan rutin yang dapat kita lakukan secara semi otomatis karena telah terbiasa, misalnya menyikat gigi, berganti pakaian, mengemudi, memakai sepatu, dll. Selain itu pula, sebagai bagian dari komunitas manusia modern, banyak kondisi,situasi & tempat yang membuat kita harus menunggu tanpa dapat berbuat banyak, misalkan terjebak kemacetan, antri di atm/bank, dll. Pertanyaannya adalah, bagaimana kita memanfaatkan moment-moment tersebut, yang secara total ternyata bisa menyediakan waktu untuk berfikir ekstra yang terbilang signifikan (silakan lihat tabel di bawah) dari total 50 tahun (dihitung dari masa berfikir aktif seorang manusia, jadi tidak memperhitungkan masa kanak-kanak dan lanjut usia), terdapat 75 bulan atau kurang lebih 6,25 tahun waktu ekstra yang sebenarnya akan sangat fantastis bila sebagian kecil diantaranya dapat dimanfaatkan untuk proses berfikir secara positif, ketimbang melamun atau sekedar menerawang tanpa tujuan.

Jadi, mulailah dengan mengganti lamunan mengenai rekan kerja Anda dengan betapa bahagianya Anda bila berhasil mencapai posisi puncak karir, atau ganti pemikiran Anda tentang artis yang sedang digosipkan akan bercerai dengan langkah-langkah apa yang perlu dipersiapkan untuk memperluas skala usaha Anda, ganti juga senandung lagu-lagu yang mengiang di pikiran Anda saat mandi dengan doa syukur pada Tuhan YME atas berkat yang diterima sejak pagi hari ini, pikirkan kesuksesan besar yang dapat diraih pada saat Anda sedang mengantri di teller bank atau atm, dan lain sebagainya.. dan rasakan manfaat positif yang diperoleh dengan melakukan hal ini!

Untuk melengkapi proses, bendung pemikiran dari masuknya arus informasi yang tidak terlalu penting, para motivator di manca negara telah sering menganjurkan untuk berpuasa dari tayangan tv (juga surat kabar) khususnya bagian berita dan komersial/iklan, karena mayoritas berita hanya menampilkan tayangan yang mengandung unsur kekerasan, kemiskinan, kegagalan, kejahatan, bencana, dan sejenisnya yang tentu saja bukanlah jenis input yang menguntungkan bagi proses pencapaian sukses pribadi seseorang, tayangan iklan pun berdampak buruk mengkonsumsi waktu hidup manusia sehubungan dengan penayangannya secara berulang-ulang dan dalam proporsi tayang yang tidak seimbang. Terima kasih atas perhatiannya, sukses selalu dan selamat beraktivitas! - ("The positive thinker sees the invisible, feels the intangible, and achieves the impossible."." (anonym))

Karyawan Bingug...!!!

Bahlul seorang pegawai, setelah melalui 2 tahun kerja keras dan pengabdiannya yang tulus di sebuah perusahaan, tiba - tiba menyadari bahwa dirinya selama ini tak kunjung mendapatkan promosi, salary no up-up (gajinya pun gak naik naik), bahkan diusulkan untuk naik pun gak pernah, pokoknya perusahaan ini nampaknya sama sekali gak pernah peratiin dia, gitu lah kesimpulannya.

Sehingga suatu pagi Bahlul memutuskan untuk menghadap ke pak Bento HRM (Human Resource Manager) dan setelah saling mengucap salam maka Bahlul segera dengan bersemangat menyampaikan maksud hati dan segala   uneg - unegnya kepada HRM.
Pak Bento setelah menatapnya beberapa saat kemudian tertawa, mempersilahkannya untuk duduk dan berkata: "Ha ha ha, dengar kawan, anda itu bahkan belum bekerja untuk perusahaan ini meskipun satu hari..!"

Tentu saja Bahlul sangat terkejut mendengar hal itu namun pak Bento segera meneruskan:

Bento : Coba katakan ada berapa hari dalam setahun?
Bahlul : 365 hari dan kadang-kadang 366 hari.


Bento : Betul, sekarang ada berapa jam dalam sehari?
Bahlul : 24 jam.


Bento : Berapa jam kamu bekerja dalam sehari?
Bahlul : dari jam 08:00 s/d 16:00 jadi 8 jam sehari.


Bento : Jadi, berapa bagian dari harimu yang kamu pakai bekerja?
Bahlul :(mulai ngitung dalam hati.....8/24 jam = 1/3)....sepertiga!

Bento : Wah pinter kamu!, Sekarang berapakah 1/3 dari 366 hari?
Bahlul : 122  (1/3x366 = 122 hari)

Bento : Apakah kamu bekerja pada hari Sabtu dan Minggu?
Bahlul : Tidak Pak!

Bento : Berapa jumlah hari Sabtu dan Minggu dalam setahun?
Bahlul : 52 Sabtu ditambah 52 Minggu = 104 hari.

Bento : Nah, kalau kamu kurangkan 104 hari dari 122 hari, berapa yang tinggal?
Bahlul : 18 hari.

Bento : Nah, saya sudah kasih kamu 12 hari cuti tiap tahun. sekarang kurangkan 12   hari dari 18 hari yang tersisa itu  berapa hari yang tinggal?
Bahlul : 6 hari.

Bento : Di hari Natal dan Tahun Baru apakah kamu bekerja?
Bahlul : Tidak pak!

Bento : Jadi sekarang berapa hari yang tersisa?
Bahlu l: 4 hari.

Bento : Di hari Idulfitri dan Iduladha apakah kamu bekerja?
Bahlul : Tidak pak!

Bento : Jadi sekarang berapa hari yang tersisa?
Bahlul : 2 hari.

Bento : Sekarang sisa tersebut kurangi dengan Libur Waisak, Imlek, Nyepi, 1 syuro, maulud, israkmiraj,  wafat yesus, kenaikan isya al masih, proklamasi............... berapa hari yang tersisa?
Bahlul : ...???.........gak ada sisa pak.

 

Bento : Jadi sekarang anda mau menuntut apa?
Bahlul : Saya mengerti pak, sekarang saya sadar bahwa selama ini saya sudah makan gaji buta dan telah mencuri uang perusahaan dengan tidak bekerja sedikitpun. Saya minta maaf

Thanks,

 

 


**********************************************************************************************
This e-mail is confidential. If you have received it by mistake please let us know by reply and then delete it from your system; you should not copy it or disclose its contents to anyone. Emails are not secure and cannot be guaranteed to be error free as they can be intercepted, amended, lost or destroyed, or contain viruses. Anyone who communicates with us by email is taken to accept these risks.
**********************************************************************************************